Apa Kabar Sahabat POHON INSPIRASI

Blog Berbagi Cinta dan Inspirasi untuk Alam

Rabu, 21 Maret 2012

Rabu, 21 Maret 2012

Refleksi Hari Air Sedunia 2012 : Langka Dulu, Baru Sadar?

Ilustrasi  dokumen Kompasiana.com
“Saya mandi hanya bisa dua menit. ‘Shower’ sudah diatur hanya mengucur selama dua menit. Lewat dari itu ‘shower’ berhenti secara otomatis. Saat mandi, saya berdiri di dalam ember supaya air tidak tumpah dan terbuang percuma. Air bekas saya mandi bisa saya pakai untuk keperluan lain.”

Mark memperagakan gaya mandi cepat dua menit. Mark adalah salah satu Trainer Pria asal Australia yang mengisi Pelatihan Pendidikan Konservasi bagi Guru-Guru Sekolah di Kawasan Sekitar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di Kabupaten Langkat Sumatera Utara. Mark Seolah ingin ‘menyindir’ peserta karena Pelatihan dilaksanakan disebuah penginapan yang diapit oleh sungai besar yaitu Sungai Buluh dan Sungai Batang Serangan dimana orang bebas memakai air tanpa syarat.

Mark melanjutkan kisahnya,
“Di Australia, mobil kotor adalah hal yang biasa. Kami sangat jarang membersihkan mobil dengan air bersih. Tempat cuci mobil diatur airnya agar dapat didaur ulang dan dapat dipakai lagi. Jadi kalau mobil kita sering kelihatan bersih, kita malah dianggap pemboros air.”


Mencuci Mobil membutuhkan air yang banyak (Google Images)
Kembali peserta pelatihan tertawa. Mereka sungguh hampir tak percaya bahwa memakai air untuk mencuci mobil atau kendaraan dianggap pemborosan di Australia. Di lingkungan mereka, daerah Tangkahan, masyarakat dengan mudah memakai air tanpa batas untuk segala keperluan termasuk membuang sampah rumah tangga dan limbah industri kecil. Jangankan mobil, Bus-pun bisa“dimandikan” di pinggir sungai sepuas-puasnya tanpa membayar dan khawatir kekurangan air.

Semua peserta pelatihan manggut-manggut. Saya tidak paham betul, manggut-manggut tanda paham, bingung atau malah merasa aneh.

***

Pengalaman Mark dan Lian menyadarkan saya tentang begitu berharganya air. Di negara yang sangat kurang sumberdya airnya, masyarakatnya memiliki kesadaran yang tinggi untuk menggunakan air dengan bijaksana. Sampai-sampai mereka membatasi air untuk mandi, padahal mandi adalah kebutuhan dasar manusia sehat.

Gaya hidup bisa berubah karena air. Misalnya di Australia, mandi menjadi terbatas dan air bekas mandi pun sangat berharga. Orang Australia juga tidak risih membiarkan mobilnya kotor karena jarang dicuci. Mereka justru menganggap tidak pantas mencuci mobilnya setiap hari dengan air sementara air sangat dibatasi penggunaannya.

Bagaimana di negera kita? Air begitu bebas dipakai. Sebagian besar orang tidak perlu menghemat air untuk mandi karena air begitu melimpah. Jas pencucian motor dan mobil hampir tak pernah sepi, apalagi di musim hujan. Di rumah-rumah mewah juga kita sering saksikan sopir pribadi setiap pagi mencuci mobil dari air kran. Sungguh berbeda dengan gaya hidup orang Australia yang demikian cermat dan hemat dalam memakai air.

Sumberdaya yang berlimpah seringkali melenakan kita untuk membiarkannya tak terkelola dengan baik. Iaakan disadari kalau keadaannya mulai berkurang, rusak atau terancam hilang. Saat ini kelangkaan air bersih mulai terasa. Untuk dapat menikmati air layak minum kita harus merogoh kantong membeli air minum dalam kemasan. Untuk dapat belajar berenang kita perlu menyisihkan waktu dan uang ke kolam renang. Untuk sekedar menikmati sejuk dan jernihnya air kita perlu berlelah-lelah menuju tempat wisata yang jauh.

Air tidak hanya mengubah gaya hidup, namun bisa mengubah hidup kita secara keseluruhan. Air kotor dan sanitasi buruk menjadi penyebab mewabahnya penyakit Diare, Disentri, Thypoid dan penyakit akibat parasit. Di Afrika Tengah 80% penyakit yang timbul disebabkan oleh kondisi sanitasi buruk dan air kotor. Usia harapan hidup di negara tersebut sekitar 39 tahun. Sekitar 85% masyarakatnya hidup tanpa air bersih. Mereka terpaksa memanfaatkan air tadah hujan yang kotor dan tidak sehat untuk kebutuhan mereka. Bahkan untuk mendapatkan air seperti itu, ibu-ibu dan anak-anak harus menempuh perjalanan berjam-jam.

Di sebagian daerah di Indonesia juga kita temukan kondisi yang hampir serupa. Masyarakat terpaksa menjadikan sungai yang kotor dan tidak sehat untuk Mandi Cuci kakus (MCK). Mereka tak punya pilihan karena sulitnya akses terhadap air bersih. Air tanah semakin sulit karena berada di bawah permukaan tanah yang sangat dalam. Sumber mata air mengering karena rusaknya hutan sebagai areal tangkapan air dan biaya pembuatan sumur yang sangat mahal. Ketika hujan, air lolos begitu saja tanpa bisa “ditangkap” dan dimanfaatkan.


Air Minum Dalam Kemasan jadi kebutuhan dasar untuk minum masyarakat kota (Google Image)
Jangan menunggu air langka untuk kemudian kita sadar dan berubah. Selagi air masih melimpah kita perlu mengelolanya dengan bijak dan produktif. Memang tak harus kita merubah cara mandi kita dan cara mencuci kendaraan kita. Cukup, jagalah sumber air dengan mempertahankan permukaan tanah yang penuh dengan vegetasi agar air terserap dengan baik ke dalam tanah. Pakailah air dengan hemat agar persediaan air bersih cukup untuk orang lain. Jagalah air jangan tercemar dengan tidak membuang sampah di badan air. Lalu berilah air jalan ke tempat yang seharusnya dengan merawat saluran air dan membuat resapan air di lingkungan kita.

Memperingati Hari Air Sedunia 2012, yang setiap tahunnya diperingati tanggal 22 Maret, yuk kita dukung kampanye “Water and Food Security”, pengelolaan air yang bijak untuk menyelamatkan pangan dunia. Tindakan kecil yang bijak dalam memakai air akan ikut menyelamatkan saudara kita yang lain dari kekurangan air dan pangan.

Salam bijak memakai air!

Sumber : http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2012/03/20/refleksi-hari-air-sedunia-2012-2-langka-dulu-baru-sadar/

Jumat, 16 Maret 2012

Jumat, 16 Maret 2012

Belajar Kehidupan dari Benih

Benih dari Berbagai Jenis Pohon (dok. Dr. Irdika Mansur - Fahutan IPB)
Benih atau biji dari tumbuh-tumbuhan yang sepertinya sebuah benda mati karena tidak dapat berpindah tempat sendiri. Ternyata benih merupakan meruakan mahluk hidup yang mengemban tanggungjawab besar dalam kehidupan spesiesnya. Benih adalah simbol kehidupan dan eksistensi sebuah spesies. Meski harus menemuh jalan panjang benih tetap harus melanjutkan hidup dan pertumbuhannya agar spesiesnya tetap eksis dan berkembang di muka bumi.

Tuhan telah melengkapi benih dengan berbagai perangkat agar fungsinya sebagai penebar kebaikan di alam semesta ini bisa berlangsung. Berikut perlengakapan yang diberikan Tuhan pada Benih :


  1. Benih memiliki “bungkus” berserat supaya mengambang terbawa arus air dan terdampar jauh dari induknya. Pada saat itu sedang mengemban tugas untuk menyebarkan spesies dan manfaat yang terkandung padanya.
  2. Benih dikaruniai “baju” yang tebal dan keras supaya bisa tetap “beristirahat seperti mati suri”. Ini untuk melindungi dari udara terlanpau dingin untuk tumbuh. Bila dipaksa tumbuh pada suhu yang tidak sesuaiia kan mati dan generasi turunan berikutnya akan punah.
  3. Ada benih yang diberi pemanis yang menarik atau bau yang merangsang sehingga bisa menarik binatang untuk dibawa pindah ke berbagai tempat. Bahkan benih yang jatuh di pangkal cabang tumbuhan lain dimana ia bisa tumbuh di situ, karena terjamin makanannya.
  4. Ia diberi perlengkapan seperti sayap supaya bisa tertiup angin hingga “terbang” jauh menyebarkan spesiesnya.
  5. Benih ada yang berada di dalam buah lalu dimakan binatang yang menyukainya atau masuk ke dalam perut binatang dan dicerna hingga saatnya dikeluarkan sebagai tinja dan dijatuhkan dimana saja.
  6. Benih mempunyai alat pengait pada kulitnya sehingga bisa tersangkut pada bulu binatang atau celana manusia dan terbawa kemana-mana.


Mempelajari rahasia benih, kita akan memahami bagaimana Tuhan Sang Mahapencipta, memelihara dan memberi makan seluruh ciptaanNya. Tumbuhan memang bisa mati, namun cintanya sungguh masih ia tinggalkan untuk manusia dan makhluk-makhluk lainnya yang membutuhkan keberadaannya. Tumbuh-tumbuhan tetap memberi meski ia mati.

Benih yang ia titipkan pada angin akan bersemi di seluruh penjuru mata angin. Benih yang ia titipkan pada air, akan menyeruak tumbuh di tempat yang mungkin tidak kita bayangkan sebelumnya. Benih yang ia titipkan pada serangga, akan dibawa dengan setia lalu ditempatkan di tanah terbaik yang memungkinkannya untuk tumbuh. Mereka, benih-benih yang telah dititipkan, akan terus berkembang meneruskan cinta tumbuhan sebelumnya.

Inilah sebenranya ilmu yang diperlukan bagi mereka yang mempersiapkan diri menjadi pemimpin.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates