Apa Kabar Sahabat POHON INSPIRASI

Blog Berbagi Cinta dan Inspirasi untuk Alam

Selasa, 12 Juli 2011

Selasa, 12 Juli 2011

Fakta Bagaimana Pohon dapat Menyelamatkan Lingkungan

Fakta Bagaimana Pohon dapat Menyelamatkan Lingkungan
Achmad Siddik Thoha

  1. Sebuah pohon ukuran rata-rata menghasilkan cukup oksigen dalam satu tahun untuk menjaga keluarga beranggotakan empat orang untuk bernapas dengan nyaman.
  2. Tiga pohon yang ditanam di tempat yang tepat di sekitar bangunan dapat menghemat biaya AC sampai 50 persen
  3. Pohon meningkatkan nilai properti. Rumah dikelilingi oleh pohon bisa terjual 18-25 persen lebih tinggi dari rumah tanpa pepohonan.
  4. Pohon menghasilkan pekerjaan dan memberi kontribusi bahan baku untuk bangunan, surat kabar, buku dan lebih dari 15.000 produk hutan lainnya. Pohon dapat diperbaharui, dapat terurai secara biologi dan dapat didaur ulang. Kayu bisa diolah lebih lanjut menjadi produk seperti vitamin, plastik, rasa vanila, film fotografi, pasta gigi dan obat-obatan.
  5. Dengan penanaman 20.000.000 pohon, akan tersedia 260.000.000 ton lebih oksigen bagi bumi dan penduduknya. Pohon sebanyak itu akan menghapus 10 juta ton CO2.
  6. Pohon menyediakan tempat berlindung dan makanan bagi satwa liar seperti burung, tupai, dan serangga. Pohon-pohon berukuran pendek menyediakan makanan dan pelindung untuk mamalia yang lebih besar, seperti musang dan rusa.
  7. Pohon membuat orang merasa lebih baik. Pekerja lebih produktif ketika mereka melihat pohon-pohon di sepanjang rute perjalanan mereka dan dari jendela kantor mereka.
  8. Pasien di Rumah Sakit yang memiliki pemandangan pohon akan lebih cepat sembuh, menggunakan obat nyeri lebih sedikit, dan meninggalkan rumah sakit lebih cepat dibandingkan pasien dengan pemandangan dinding bata. Pasien dengan pemandangan pohon menghabiskan hari 8 persen lebih sedikit di rumah sakit.
  9. Konsumen bersedia untuk menghabiskan lebih banyak uang di komplek perbelanjaan yang terdapat banyak pohon. Mereka bersedia membayar lebih untuk produk yang dibeli di sebuah komplek perbelanjaan dengan pepohonan. Mereka pembeli yang sama juga mengatakan mereka bersedia untuk tinggal lebih lama di sebuah komplek perbelanjaan dengan pepohonan.
  10. Pohon yang berada di lingkungan kita akan membuat kita santai, denyut jantung yang lebih rendah, dan mengurangi stres.

Diadaptasi dari http://www.zapworld.com/10-facts-trees-help-save-evironment

Sabtu, 02 Juli 2011

Sabtu, 02 Juli 2011

Pohon Membuat Kita Kaya

Mengambil Hikmah dari Berlibur : Pohon Membuat Kita Kaya
Achmad Siddik Thoha

Musim liburan akan berakhir. Seorang keluarga kaya sudah menghabiskan waktu berkeliling tempat wisata terkenal. Namun mereka sepertinya tidak mendapatkan kepuasan batin dengan kegiatan rekreasinya.

Suatu ketika, mobil mereka terhenti di sebuah desa yang jauh dari keramaian. Mereka tertarik dengan pemandangan alami desa itu. Sawah terhampar menghijau. Burung berkicau sangat indah. Para petani menabur pupuk dan menjaga padinya. Dari jauh terlihat perkampungan di tengah sawah yang dikelilingi pepohonan.

Sang Ayah mengajak anak satu-satunya berjalan menuju kampung untuk meilhat lebih dekat kehidupan masyarakat desa. Mereka melihat-lihat pemandangan dan aktifitas masyarakat tanpa mengganggunya. Ayah dan anak itu sangat menikmati kegiatan ini sampai terlupa mobil yang ditinggalkannya.

Tibalah mereka di sebuah gubuk di tengah sawah. Ayah dan anak ini duduk melepas lelah sambil menikmati hamparan padi muda dan semilir angin sore. Sang Ayah kemudian memulai pembicaraannya.
”Anakku, apakah kamu senang dengan perjalanan barusan?”
”Sungguh menakjubkan Ayahku...baru kali ini aku merasakan perjalanan rekreasi yang berkesan.” Jawab Sang Anak.

”Apa yag membuatmu sangat terkesan sayang?” Sang Ayah penasaran
”Ternyata mereka lebih kaya daripada kita Ayah” Anak itu menjawab perlahan. Ayahnya mengangguk pelan. Dia yakin anaknya punya alasan yang akan membuatnya kagum. ”Coba terangkan alasanmu, Nak, mengapa mereka lebih kaya?”

Sang anak menghela nafas sejenak.
” Ayah...kita memiliki kendaraan mewah yang bisa mengantar kita tanpa terkena panas dan hujan. Tapi mereka punya kaki yang kuat dan tubuh yang bersahabat dengan panas dan hujan.”
” Kita punya seekor kucing dan tiga ekor burung yang dibeli sangat mahal. Mereka memiliki banyak sekali hewan peliharaan yang datang sendiri kerumah mereka.”
” Kita membeli AC dan kipas angin untuk mengusir panas. Mereka memiliki udara yang segar dan bersih dimana pun mereka bekerja dan beristirahat.”
” Kita mempekerjakan pembantu untuk melayani kita. Mereka hidup saling melayani satu sama lain tanpa ada yang meminta upah.”
” Kita harus membeli makanan dan dilayani saat waktu makan. Mereka bisa menyediakan makanannya, memasak dan menghidangkannya sendiri.”
”Kita hanya punya tanah yang sempit di depan rumah kita. Mereka memiliki halaman sebatas mata memandang.”
”Kita punya rumah yang tidak luas dan kamar yang sempit. Rumah mereka beratap langit dan mereka tidur dimanapun berselimut embun.”
” Kita memagari rumah dan membuat dinding tinggi agar aman. Mereka mempunyai banyak tetangga dan sahabat yang saling melindungi dan membuatnya aman.”
” Kita minum dan mandi dengan batasan biaya. Mereka bebas mandi, mencuci dan minum air tanpa membayar.”
” Kita kesini dengan menyisihkan tabungan berbulan-bulan. Mereka tiap saat menikmati pemandangan dan suasana alami dan memetik hasil darinya.”

Sang Ayah memeluk tubuh anaknya. Semilir angin mengiringi langkah merka menembus persawahan menuju mobil yang ditinggalkannya sejak tadi pagi. Mentari sore mengiringi perjalanan pulang mereka. Mereka telah mendapatkan hikmah dari perjalanannya.

Minggu, 26 Juni 2011

Minggu, 26 Juni 2011

Menarik Simpati Seperti Bunga

Menarik Simpati Seperti Bunga
Oleh Achmad Siddik Thoha

Pagi yang sejuk di sebuah taman, berbagai bunga sedang beranjak dari tidurnya. Beraneka jenis dan warna bunga tumbuh subur di taman itu. Setiap pagi banyak orang mampir untuk sekedar menikmati keindahan warna dan harum wangi bunga-bunga itu.

Serumpun bunga berwarna ungu pagi itu tidak membuka kelopaknya lebar-lebar. Dia seolah menyembunyikan diri tidak ingin dilihat, dicium dan disentuh siapapun.
Bunga merah memberanikan diri bertanya :

“Bunga Ungu, mengapa kamu menyembunyikan kelopak bungamu yang indah dan wangi itu?”
“Keindahan ini harus kunikmati sendiri. Aku tak ingin kumbang, lebah, kupu-kupu dan manusia mengambil apapun diriku.”
“Lalu bagaimana kamu bisa melakukan pembuahan dan menghasilkan bunga baru?” tanya bunga merah lagi.
“Aku bisa melakukukannya sendiri,” jawab bunga ungu sambil menutup rapat kelopak bunganya. Ia seprtinya tidak ingin melanjutkan pembicaraan dengan bunga merah.

Seminggu berlalu. Setiap pagi di taman itu, bunga-bunga mekar dan menebarkan pesona serta wangi. Kumbang, lebah, kupu-kupu dan manusia begitu antusias datang dan menikmati keindahan mereka. Namun tidak bagi bunga ungu. Tak ada lagi bunga segar dan wangi dari tubuh tumbuhan itu. Tak ada bunga baru. Yang ada hanya daun dan cabang yang tidak menarik. Tak ada kumbang, lebah, kupu-kupu apalagi manusia yang menengoknya.

Sore itu, seorang lelaki perawat taman mencabut tanaman berbunga ungu yang tidak bisa berbunga lagi. Dia mengganti dengan tanaman lain yang berbunga mekar.

***
Sahabat, seperti bunga yang membutuhkan lebah untuk melakukan pembuahan, ia menyediakan dirinya untuk dinikmati keindahan warna dan manisnya nectar (cairan) pada dirinya. Ia sangat tahu kebutuhan lebah. Ia memberikan apa yang makhluk lain butuhkan. Ketulusan bunga menyediakan kebutuhan makhluk lainlah yang membuat ia sangat dicintai oleh banyak makhluk. Sebaliknya keengganan bunga untuk menyediakan kebutuhan yang lain akan membuatnya dijauhi dan tidak mendapat tempat di manapun.

Sahabat, penghargaan dan penghormatan adalah kebutuhan yang sangat penting bagi manusia. Orang yang menyediakan kebutuhan orang lain pasti akan mendapat simpati. Apalagi kebutuhan itu adalah penghargaan dan penghormatan.

Mustahil kita akan dicintai, mendapat simpati dan dihargai orang lain tanpa terlebih dahulu memberikan penghargaan pada mereka. Orang lain akan menempatkan diri termasuk menghargai kita sesuai apa yang kita berikan padanya. Kita memberi senyum orang lain akan membalasnya dengan senyum. Kita memberikan penghormatan, mereka akan hormat pada kita.

Sahabat, berikan kebutuhan sahabat kita walaupun hanya sebuah senyuman tulus.

Sabtu, 25 Juni 2011

Sabtu, 25 Juni 2011

Berbagi Keindahan untuk Amarilys

Berbagi Keindahan untuk Amarilys
Oleh : Achmad Siddik Thoha


Taman dengan berbagai bunga cantik dan pepohonan teduh menarik perhatian seorang pemuda. Dia sangat takjub dengan lukisan indah yang tersusun dari berbagai warna, corak dan bentuk tanaman indah. Dia penasaran ingin mengetahui siapa yang merawat taman ini.

Seorang pria tua sedang duduk sambil mengamati bunga Amarilys yang tampak mekar. Amarilys menampilkan mahkota merah yang menakjubkan. Ia sering disebut bunga hujan. Sangat serasi dengan pohon peneduh yang menaunginya, Trembesi, Sang Pohon Hujan (Samanea saman). Bunga hujan yang menyejukkan, tumbuh menebar cinta dibawah kesejukan dan keteduhan Pohon Hujan.

”Pak, boleh saya bertanya, siapakah yang merawat taman ini?” Pemuda memulai pembiacaraannya dengan pria tua itu.

”Saya sendiri, nak.” Pria tua memandang pemuda itu dengan tatapan teduh. Seteduh Trembesi.

”Apa rahasianya sehingga bunga dan tumbuhan lain disini tumbuh subur dan menampilkan keindahannya yang menakjubkan? ”

”Kamu tahu mengapa aku duduk berlama-lama memandangi bunga Amarilys ini?”
”Tidak, Bapak. Dan sepertinya Bapak melakukannya setiap hari.”
”Benar, aku memandangi Amrilys dan tumbuhan lain di Taman ini setiap saat sebelum aku memulai bekerja da sebelum meninggalkan taman ini.”

”Mengapa, Bapak harus melakukannya, apakah Bapak takut tumbuhan ini rusak?”
Pria tua itu terdiam. Pandangannya kemudian dialihkan kembali ke Amarilys cantik di sisi kanan dia berdiri. Dia menunjuk ke salah satu kuntum bunga hujan.

”Coba kamu lihat iini. Apa yang kamu lihat dari bunga ini?
Pemuda itu bingung. Dia tidak paham apa maksud pertanyaan itu. Dia menjawab agar pria tua itu tidak kecewa.

”Bunga ini sangat indah dan pasti banyak yang menyukainya. Harganya juga past mahal, Pak”

”Begitu saja?” Pria tua menimpali.

”Hmm..mungkin bunga ini hasil dari perawatan yang sangat baik, sehingga bisa tumbuh subur dan cantik. Ya, itu saja, Pak.”

Pria tua itu kemudian menyentuh lembut kelopak demi kelopak Amarlirys.
”Tidak sekedar itu, nak. Saat aku kupandangi Amarylis, terbayang dipikiranku segumpal awan yang menyemai uap air. Ketika kusentuh ia, terlintas pula titik-titik hujan yang jatuh membelai lembut permukaan tanah. Terpikir juga olehku mineral dalam tanah yang membuat tanah subur. Aku juga melihat matahari yang menghangatkan dan udara yang menyejukkan menelusup masuk ke tubuhnya. Kubayangkan sederet waktu, segunung ketekunan dan selangit cinta orang-orang yang merawatnya. Banyak sekali yang membentuk bunga hujan ini sampai menjadi secantik ini.

”Bapak, Bapak. Apakah yang menjadikan Bapak memiliki padangan yang sangat dalam seperti itu? Padahal ini hanyalah bunga, Pak.” pemuda itu terkagum-kagum.

”Bila kita menatapnya dengan penuh kesadaran, sepenuh jiwa dan pikiran serta penuh kedamaian, keindahan bukan hanya milik bunga ini. Keindahan Amarilys hasil dari berbagai elemen yang saling memberi peran. Mereka saling menanggung satu sama lain. Amarilys takkan seindah ini bila tidak ada yang lainnya.”

*****

Sahabat, tak ada di dunia ini yang bisa hidup sendiri. Tak satu pun diantara kita yang bisa eksis tanpa dukungan sesuatu yang lain. Nyatanya, bunga terwujud keindahannya dari unsur di luar bunga. Eksistensi takkan bisa berdiri sendiri di dunia ini. Bahkan diri kita sendiri, ada sesuatu yang lain yang membuat diri kita eksis, produktif dan sukses.

Persepsi ini hanya timbul dari orang yang mempunyai kesadaran dan kedamaian jiwa.
Kesadaran bahwa eksistensi kita ditentukan oleh yang lain akan menumbuhkan jiwa yang damai, jauh dari kecurigaan, kebenciaan, dendam dan tindakan yang merusak. Tanpa sesuatu yang lain, kita takkan ada. Dengan memelihara sesuatu yang lain itulah eksistensi kita akan terjaga. Sebaliknya, menghilangkan keberadaan sesuatu di luar kita sama saja kita mengantar jiwa dan raga kita pada kebinasaan.

Berapa ragam keahlian dan profesi yang harus ditekuni agar benih padi kemudian menjelma menjadi nasi lezat yang siap saji di depan kita. Berapa panjang rangkaian ilmu yang disusun agar kita bisa nyaman menyantap daging. Betapa tidak mudahnya mengurai komponen yang tersusun agar kita bisa menghidangkan sayur yang sehat. Sesuatu yang ternyata hanya terkumpul dalam satu piring hidangan makan malam kita. Hidangan itu ternyata butuh banyak elemen yang menyusunnya, beragam keahlian yang harus dikuasai dan rangkaian panjang ilmu yang mendukungnya.

Lalu mengapa kita harus merasa lebih baik dari yang lainnya kalau kita tergantung padanya. Mengapa kita merasa paling benar, padahal kebenaran itu hanya milik-Nya. Mengapa kita masih sulit berbagi, padahal semesta berperan atas eksistensi kita. Semesta adalah diri kita. Dan Sang Maha Pencipta penentu kita. Maka kembalikan diri kita hanya pada-Nya.

Kamis, 23 Juni 2011

Kamis, 23 Juni 2011

Tolong Jaga Mata Saya

Tolong Jaga Mata Saya
Oleh : Achmad Siddik Thoha

Hari-hari Gadis cantik itu dilalui dengan wajah murung. Ia bahkan membenci dirinya sendiri. Dia benci karena tak bisa melihat keindahan yang ada di dunia karena dilahirkan dalam keadaan buta.

Namun ada harapan yang mmbunacah di dadanya. Harapan itu adalah seorang pemuda, tetangganya yang sering diceritakan oleh ayahnya. Setiap pemuda itu lewat depan rumahnya, ayah si gadis selalu memanggilnya.

“Coba kau dengar suara langkah itu. Langkah itu berasal dari seorang pemuda baik dan tampan, tetangga kita.”

Suatu hari si pemuda itu lewat depan rumah si gadis. Dengan tergesa-gesa gadis itu mendekati bunyi langkah tersebut. Suara itu seolah magnet yang menarik dirinya untuk mendekat.

”Apa kabar?” Kata Si pemuda itu.

”Sa..sa..ya..Ba...baik.” Gadis itu tergagap menjawab sapaan pemuda itu. Ia tak menyangka sapaan itu terlontar.

”Mari, saya pulang dulu.” Pemuda itu berlalu begitu saja.

”Ya...ya...silahkan.” jawab gadis itu. Ia mulai bisa menguasai dirinya.

Sejak itu rasa rindu akan langkah dan sapaan menghiasi hidup si gadis. Anehnya, pemuda itu hanya mengucapkan kata yang sama setiap lewat di depan rumah gadis itu.

”Apa kabar?”
”Mari, saya pulang dulu.”

Lebih aneh lagi, si gadis sangat bersuka cita meski hanya bisa membalas dengan kata yang sama pula, namun dalam suara yang tidak gagap

”Saya Baik.”
”Ya, silahkan.”

Peristiwa itu telah mengubah hari-hari yang tadinya diselimuti oleh kesedihan berubah menjadi hari penuh bunga dan lukisan pelangi di hati si gadis. Kehadiran si pemuda telah mengubah kesedihan menjadi keceriaan.

”Anakku, kemarin pemuda tetangga kita itu datang. Ia melamarmu. Bagaimana pendapatmu, apakah kau mau menerimanya?” Ayah si gadis melontarkan kalimat yang cukup mengejutkan.
Si Gadis tak sanggup menahan rasa harunya. Ia mengangguk pelan sambil mengucapkan syukur. Ada dua tetes air bening melintas menuruni pipinya. Ia menangis haru.

”Tapi, pemuda itu juga ingin pendapatmu. Seandainya kau bisa melihat nanti, apakah kau masih mau menikah dengannya?”

”Tentu saja, Ayah.” Jawab si gadis dengan tegas.

Suatu hari, Ayah si gadis mengajaknya ke rumah sakit. Ayahnya menerima sumbangan sepasang mata dari seseorang. Operasi mata berlangsung sukses dan si gadispun akhirnya bisa melihat keindahan dunia. Sebuah nikmat yang begitu ia nanti-nanti di sepanjang hidupnya.

Beberapa hari setelah bisa melihat, si gadis kedatangan tamu. Tamu itu ternyata seorang pemuda tampan berkaca mata hitam yang dituntun oleh lelaki tua. Pemuda itu melepas kaca matanya dan sungguh mengejutkan karena ternyata pemuda itu tidak mempunyai bola mata.

Pemuda itu lalu memulai pembiacaraan.

“Apa kabar?”

“Oh, sepertinya aku sangat kenal dengan suara ini.” Kata si gadis dalam hati.

Lalu orang tua pendamping pemuda itu menyampaikan maksud kedatangannya, bahwa kehadiran mereka kesini adalah menanyakan rencana pernikahan.

Gadis itu tampak terpukul mendengar maksud kedatangan tamunya. Ia lalu pergi meninggalkan tamunya itu masuk. Ia mengunci diri di kamar. Esok harinya ia menemukan sepucuk surat di atas meja di ruang tamu. Dalam surat itu hanya tertulis satu kalimat.

“Meskipun kamu tidak menerima saya lagi, tolong jaga mata saya.”

Dibawah surat itu tertera tanda tangan dan sebaris nama. Langsung gadis iu pingsan. Nama yang tertera itu adalah nama si pemuda tetangga yang saat dia buta begitu merindukannya dan dia bersedia menikah dengannya.

****

Sahabat, terkadang manusia melupakan masa pahitya ketika keadaan saat ini sedang dalam kesenangan. Kalaupun dia mengingatnya, hanya sedikit dan sekejap saja lalu melupakannya kembali. Mereka sering lupa pada orang-orang yang dulunya telah mengembalikan semangat hidupnya saat dia terjatuh. Mereka begitu mudah menghapus kenangan indah hidup bersama, saling berbagi dan merasa senasib sepenanggungan di saat sulit.

Sahabat, status seseorang bisa merubah pandangan yang dulunya cinta sekarang bisa menjadi benci. Dulu saat kehidupan menyakitkan, mereka menjadi teman akrab namun ketika hidup mulai nyaman berubah menjadi pesaing bahkan musuh.

Sahabat, tetaplah ingat pada masa-masa sulit beserta orang-orang yang berjasa membuat kita bertahan dan bangkit. Pelihara memori indah saat kita ditimpa ujian dan bersama siapa kita saat itu. Dan ketika badai kehidupan berlalu dan kita sudah berlabuh di dermaga kesenangan, ajaklah mereka untuk menikmati keindahan dunia bersama-sama, sama seperti ketika menikmati gelapnya dunia.

Rabu, 22 Juni 2011

Rabu, 22 Juni 2011

Tikar Ramah Lingkungan (TIRAM) Bogor

Tikar ramah lingkungan memanfaatkan sisa-sisa produksi pabrik plastik yang memproduksi lemari plastik dll.

Ukuran 2,5mx1,5m, tahan lama, tahan air, mudah dibawa ke acara outdoor, bermotif dan bertekstur kecuali yang glossy, sangat cocok digunakan di acara indoor.Harga tikar : Rp 200.000 Harga tas : Rp 20.000
Info dan Pemesanan : Popie susanty 081584461115



Tikar Digelar
Tikar dilipat


Contoh Motif TIRAM Bogor


Tikar dengan Tas Jinjing unik

Usaha Para Anggota Komunitas Pohon Inspirasi

Usaha Para Anggota Komunitas Pohon Inspirasi

Dear Sahabat PI,
Untuk mewadahi usaha atau bisnis para anggota Facebook POHON INSPIRASI dan Fans Page Komunitas Pohon Inspirasi, admin memberi ruang pada Sahabat untuk menitipkan "pohon usaha" nya di blog ini.

Syarat :

  1. Barang/Kegiatan ramah lingkungan yang memberi solusi bagi pembangunan ramah lingkungan dan tidak melanggar hukum
  2. Pelatihan/Training dalam rangka menghasilkan SDM Unggul yang siap berbagi dan menginspirasi bagi sesama dan alam
  3. Kegiatan bernilai profit yang menarik dan membawa manfaat bagi masyarakat
  4. Buku yang bisa membuat pembacanya mendapat inspirasi hidup
  5. Memberikan deskripsi barang/kegiatan/pelatihan yang ringkas (Who, Where, When, What, How, Advantages and contact )
  6. Akan lebih baik bila disertai gambar
  7. Berkomitmen untuk bisa saling berbagi untuk mendukung kegiatan Komunitas Pohon Inspirasi di berbagai wilayah (donasi sukarela)


Bagi yang berminat segera kirim deskripsi barang/kegiatan/pelatihan ke email : siddikthoha@yahoo.com

Terim kasih

Salam
Admin

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates