Apa Kabar Sahabat POHON INSPIRASI

Blog Berbagi Cinta dan Inspirasi untuk Alam

Sabtu, 09 Maret 2013

Sabtu, 09 Maret 2013

Pohon-pohon yang Berjamaah


Sebatang pohon bisa tumbuh sendiri bila di tempat tumbuhnya terdapat cukup cahaya, air, dan tanah yang subur. Benih yang jatuh di atas tanah subur, kemudian hujan menyiraminya dan matahari menghangatinya, maka tumbuhlah pohon. Pohon yang menyendiri ini bisa terus tumbuh dan memberi manfaat. Pohon yang tumbuh sendiri akan sendiri pula menghadapai tantangan dari luar. Ia harus menangkap hujan sendiri untuk meresapkan air ke dalam bumi. Pohon akan sendirian menatap matahari yang terik. Saat hujan mulai jarang berkunjung, ia semakin berat menjalani hidup dalam kesendirian. Kekeringan begitu memilukan bagi pohon sendiri. Saat badai menerjang, pohon mengalami tekanan makin berat. Ia harus menahan sendiri tubuhnya agar tidak terlempar dan tumbang.

Pohon menyendiri memberi manfaat tak sebesar manfaat kumpulan pohon. Ia, pohon menyendiri, menangkap air yang sedikit dari curahan hujan. Ia hanya menaungi wilayah yang sempit dari tajuk tunggalnya. Ia juga hanya menghasilkan biji-bijian yang terbatas untuk makanan hewan. Ia membantu meresapkan air sedikit saja di tanah-tanah dekat ia tumbuh. Ia juga hanya mencengkeram tanah yang sempit untuk terlindung dari erosi dan longsor.

Kumpulan pohon akan memberi banyak hasil dan manfaat bagi diri mereka dan lingkungan. Mereka, kumpulan pohon, akan mempunyai kekuatan lebih besar menghadapi tantangan luar daripada pohon menyendiri. Mereka lebih kuat menantang badai. Mereka sangat siap menghadapi kemarau panjang. Ketika curah hujan sangat tinggi, mereka sanggup menangkap, meneteskan perlahan, dan menampung air di bawah tanah. Saat ada serangan dari hama penyakit, mereka sanggup bertahan. Ya, kumpulan pohon itu bisa kita sebut sebagai pohon yang berjamaah.

Pohon-pohon yang berjamaah akan memberi manfaat yang banyak bagi mereka sendiri dan lingkungannya. Mereka mendapat sangat cukup air dari tanah-tanah yang basah karena banyak air yang bisa diserap akar. Mereka bisa menaungi sangat luas lahan disekitarnya. Mereka menghasilkan biji yang melimpah hingga lebih banyak makhluk yang memanfaatkannya. Mereka menangkap banyak air hingga mampu memenuhi sumur-sumur dan mengalirkan air ke sungai. Dengan perlindungan daun dan ranting yang lebat serta cengkraman akar yang kuat, mereka bisa melindungi tanah dari kerusakan akibat erosi dan longsor. Mereka juga mencegah banjir dengan kemampuan memperlambat aliran air, menyerap lebih banyak air ke dalam tanah dan melepaskan air perlahan ke sungai.

Bila pohon berjamaah memberi kekuatan lebih menghadapi tantangan dan memberi banyak manfaat, begitu pula kita. Saat tantangan, cobaan dan ujian hidup menimpa, hidup dalam kesendirian sagatlah berat dirasa. Hidup sendirian lebih rapuh dan sulit menhadapi tantangan. Tanpa ada orang-orang yang menguatkan, meneduhkan dan melindungi, hidup sendirian dengan banyak masalah bisa membuat kita terpental dan gagal dalam kehidupan.

Hidup berjamaah tidak hanya dimaknai sebagai hidup dalam kumpulan orang tanpa tujuan dan aturan. Hidup berjamaah adalah hidup dalam komunitas dengan beragam karakter dan latar belakang yang kemudian mengorganisir diri dalam mencapai tujuan bersama. Seperti pohon-pohn yang ada di dalam hutan, mereka berbeda jenis dan karakter namun membentuk sistem untuk bersama-sama menjadi penyangga kehidupan.
Hidup berjamaah akan memberikan kekuatan lebih dalam menghadapi ujian hidup. Berjamaah akan menciptakan pertahanan yang kuat dalam melawan guncangan hidup. Berjamaah melahirkan tanggung jawab bersama menjalani hidup untuk berbagi, memikul beban bersama dan menuju tempat tujuan secara bersama pula. Bahaya apapun yang mengancam kehidupan kumpulan orang yang berada dalam kebersamaan akan lebih ringan dihadapi.

Hidup sendiri dan menjadi baik akan memberi manfaat, namun sangat terbatas. Hidup bersama orang-orang yang baik akan meningkatkan kualitas kebaikan kita. Kebaikan yang diberikan banyak orang secara terorganisir akan memberikan manfaat yang luas jangkauannya, tinggi kualitasnya dan banyak cakupannya. Kumpulan orang dengan tujuan dan organisasi yang baik akan memberikan keteduhan yang lebar jangkauanya, kejernihan amal atau karya yang mengalir jauh, perlindungan bagi sesamanya yang lebih kokoh dan kesejahteraan yang luas.
Indahnya hidup berjamaah laksana harmoni yang menakjubkan dari kumpulan pohon-pohon. Sulitnya hidup sendiri laksana pohon merana hidupnya tanpa pendamping pohon lainnya.

Dikutip dari Buku : KETIKA POHON BERSUJUD Karya Achmad Siddik Thoha

Selasa, 05 Maret 2013

Selasa, 05 Maret 2013

Nasehat dari Air



Duduk terpaku di tepian sungai. Mematung diri dengan pandangan terarah tajam pada riak air. Sesekali ia melentingkan tangannya melesatkan sekeping batu dari telapak tangannya. Ya, itulah yang dilakukan Andi setiap hari.  Semenjak diberhentikan dari tempat kerjanya dan pernikahannya gagal, Andi membuat dirinya menyiksa diri dalam kesendirian dan menyepi di tepi sungai.

Ayah Andi hampir tak bisa membujuknya untuk berhenti membuang-buang waktu seperti itu. Setiap kali dinasehati, Andi selalu menjawab,

“Biarkan Andi menyatu dengan alam, Ayah. Ayah juga tak bisa memberikan solusi buatku.” Jawab Andi dengan muka sinis. Sebuah perlakuan yang tak pantas diperlihatkan kepada orang tuanya.

“Andi, kalau nasehat Ayah tak kau hiraukan lagi, lalu apa yang kau dapat dengan mematung diri setiap hari disini?”

“Biarlah aku mencariya sendiri, Ayah. Maafkan aku.”

“Baiklah, semoga air sungai itu memberimu sebuah nasehat. Kau akan mendapatkannya bila kau membuka pikiran, berdiri dan melangkahkan kakimu, bergerak seperti air. Air sungai itu tak pernah berhenti sedetik pun bergerak.”

Setelah ayahnya menjauh dari dirinya, Andi merasakan ada energi baru menemukan celah-celah solusi dari keterpurukan hidupnya. Ia beranjak dari tempatnya mematung. Dilangkahkan kakinya ke pinggiran sungai yang menurun menuju ke percabangan sungai yang tak jauh dari tempatnya duduk. Ia melihat riak air semakin besar di salah satu cabang sungai . Di tempat yang dangkal dan terlihat dasar sungainya terlihat beberapa batu bergerak meluncur bersama air. Air yang melintas di sungai yang mengecil dan dangkal memiliki kekuatan lebih dibandingkan dengan air di sungai yang lebar dan dalam.

Air di percabangan sungai itu terlihat lebih jernih dan dasar sungainya nampak jelas. Air yang cukup deras ini menjernihkan air dari lumpur-lumpur yang dibawa dari hulu sungai. Batu-batu kecil pun ikut berpindah menggelinding pelan namun pasti di dasar sungai.  Terkadang batu yang lebih besar juga bergeser sedikit akibat dorongan arus yang lebih bertenaga dibandingkan di tempat dia mematung sejak sepekan lalu.

“Aku tahu sekarang. Tak sepatutnya aku berdiam diri dengan beban hidup yang menghimpitku. Tak seharusnya aku menghentikan langkah dan berhenti berpikir. Pasti ada celah dan kekuatan baru bila aku bergerak. Pasti ada jalan keluar yang lebih jernih dan tambahan energi semangat bila aku melakukan sesuatu. Ya, sungai ini telah memberiku petunjuk. Aku perlu orang lain untuk menambah energi bangkit seperti air sungai ini yang mampu menggeser batu di dasar sungai” Kata Andi di dalam hatinya.”

“Air ini…sungguh membuat pikiran dan hatiku semakin bening.” Andi membasuh mukanya dengan air sungai yang jernih itu.

Andi pun memutuskan pulang untuk menemui Ayahnya. Ia merasa berdosa sudah mengabaikan orang tuanya. Sebelum ini ia merasa hidupnya adalah urusannya sendiri, padahal tak seoarang pun yang mampu hidup sendiri. Ia merasa telah membuang-buang waktu dengan keegoisan dirinya yang kemudian jatuh pada kotak keputusasaan. Ternyata putus asa itulah tabir yang bisa memisahkan dirinya dengan solusi dan kesuksesan.

“Ayaaaah…Andi minta maaf.” Air bening menetes pelan dari dua sudut mata Andi.

Jalan lain itu selalu ada dan terhampar di depan kita. Itu bisa dan niscaya bisa mengalihkan segala kebuntuan. Kita hanya perlu rajin menemukannya. Dan nasehat air membuka jalan buntu itu.
*Tulisan menyambut Hari Air Sedunia 22 Maret 2013 (Tahun Kerjasama Air Internasional)

Jumat, 15 Februari 2013

Jumat, 15 Februari 2013

Liputan Hari Pohon Sedunia 2012


“Save the tree. Stop penebangan liar!” 
“Mulai menanam pohon saat ini juga. Satu pohon untuk selamatkan bumi.” 
“Lestarikan pohon, jangan tebang pohon. Tebang orang-orang yang tidak betanggungjawab. Terima kasih”
“Selamat Hari Pohon. Pohon adalah kehidupan. Much love for our trees. Tanam, tanam, tanam. Yuk nanem.” 

Demikian sebagian dari kalimat-kalimat yang menggantung bak dedaunan di “Pohon Termahal” di dunia. Disebut pohon termahal karena di pohon yang terbuat dari ranting kering dan kertas-kertas hijau muda menggelantung berisi harapan dan inspirasi warga tentang pohon. Bukankah harapan dan inspirasi itu sesuatu yang tak ternilai harganya? 

“Pohon Termahal” itu pagi itu (21/11/2012) terpasang di halaman Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dramaga Kabupaten Bogor. Ratusan mahasiswa dan warga yang lewat nampak berkerumun di depan “Pohon Termahal” itu. Ratusan warga menuliskan harapan dan inspirasinya di kertas hijau berbentuk daun kemudian memasangnya dengan tali di replika pohon yang terbuat dari ranting kering. Jadilah sebuah Replika Pohon yang saya sebut sebagai “Pohon Termahal” di dunia dengan “dedaunan” yang penuh harapan dan inspirasi. 

Itulah sebagian cuplikan peristiwa peringatan Hari Pohon Sedunia 2012 di Kampus IPB Bogor. Acara ini digagas oleh organisasi kemahasiswaan Tree Grower Community (TGC) Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan IPB dan komunitas online Komunitas Pohon Inspirasi (KPI). Selain menggali harapan dan inspirasi di Replika Pohon, Peringatan Hari Pohon Sedunia ini juga diisi dengan pembagian bibit pohon Tanjung (Mimusop elengii) dan Damar (Agathis dammara) kepada masyarakat yang berminat. 

Menurut Arya Panji Wicaksono ketua TGC, Peringatan Hari Pohon Sedunia ini dimaksudkan untuk menarik kepedulian warga Kampus terhadap keberadaan pohon-pohon yang ada di kampus dan sekitarnya. Di Kampus IPB Dramaga sendiri, pendirian kampus ditandai oleh penanaman pohon pinus oleh Presiden Soekarno pada tahun 1963. Pohon pinus tersebut sering disebut sebagai Pohon Soekarno oleh warga kampus. Pohon yang berada di halaman di depan Gedung Koridor Fakultas Pertanian IPB hingga kini masih berdiri kokoh. 

Panji berharap dengan diperingatinya Hari Pohon Sedunia ini, masyarakat bisa lebih peduli dengan keberadaan pohon dengan cara menanam dan merawatnya. Di waktu mendatang TGC akan membuat buku panduan lapangan tentang pengenalan jenis pohon di Kampus IPB. Sebagaimana diketahui di Kampus IPB banyak sekali pohon-pohon dari berbagai jenis tumbuh dan menjadi sarana pendidikan bagi baik bagi civitas akademika IPB maupun masyarakat umum. 

Sementara Komunitas Pohon Inspirasi (KPI) yang lahir dari komunitas online di Facebook, telah banyak melakukan aktivitas edukasi dan pemberian bantuan kepada masyarakat khususnya yang berada di lingkar kampus IPB.. Dengan menggali inspirasi-inspirasi hidup dari pohon dan menerbitkan melalui tulisan dan buku diharapkan masyarakat tergerak kesadarannya melestarikan pohon langsung dari hati nuraninya. 


Acara ini banyak mendapat perhatian warga kampus dan masyarakat yang lewat di depan Faperta IPB. Ada juga mahasiswa asal Timor Leste yang sangat antusias mengikuti acara ini. Ada pula anak-anak yang ikut memasang daun harapan dan inspirasi yang dipandu oleh anggota TGC. Terlihat pula salah satu stasiun televisi swasta nasional meliput secara live acara ini. 

Ya, pohon memang menyimpan inspirasi dan harapan bagi masa depan umat manusia di bumi. Pohon layak untuk diperingati agar manusia ramah dapat memanfaatkannya. Selamat Hari Pohon Sedunia 2012 

Salam Lestari!

Rabu, 09 Januari 2013

Rabu, 09 Januari 2013

Memaknai Sejarah Seperti Pohon



Asal kata sejarah itu adalah “Syajarah” yang dalam bahasa Arab berarti pohon. Makna pohon sangat dekat dengan sejarah yang kita pahami selama ini. Pohon memiliki tiga bagian utama yaitu akar, batang dan tajuk. Tajuk terdiri dari kesatuan cabang, ranting dan dedaunan. Tiga bagian pohon tersebut saling berhubungan satu sama lain. Satu bagian terganggu maka akan mengganggu bagian lainnya.

Misalnya, dedaunan terserang hama sehingga banyak daun menguning atau rontok. Kehidupan pohon dengan dedaunan yang rusak akan terganggu karena fungsi fotosintesis yang membutuhkan peran daun, tidak berjalan. Akhirnya, proses pembentukan makanan yang diperlukan pohon untuk pertumbuhannya tidak berlangsung dan pohon lama kelamaan akan mati.

Begitupula dengan kerusakan atau gangguan pada batang. Batang pohon yang diserang hama atau penyakit misalnya, akan mengalami kerusakan bagian penting penyalur makanan dari daun ke seluruh bagian tanaman. Batang sebagai penyangga berdirinya pohon akan rapuh atau melapuk akibat serangan penyakit. Akibatnya, penyakit bisa menjalar ke seluruh bagian pohon sehingga pohon mudah tumbang dan kemudian mati.

Bagian terpenting dari pohon adalah akar. Seringkali kita melihat batang pohon yang gagah dan kokoh serta tajuk yang menjulang tinggi tiba-tiba ambruk menimpa permukaan tanah. Ternyata, akar pohon yang tumbang tersebut sudah rapuh atau melapuk  akibat terserang penyakit. Akar yang lemah dan tak lagi mampu mengikat kuat dipermukaan tanah akan meruntuhkan pohon yang tadinya berdiri tegak dan kokoh.

Sejarah merupakan urutan peristiwa yang saling terkait. Satu peristiwa pada masa kini tak lepas dari peristiwa waktu sebelumnya. Perjalanan seseorang yang mencapai sukses saat ini tidak lepas dari sejarah masa lalunya. Masa lalu yang menyimpan  kegetiran, kepahitan dan kepedihan merupakan bagian dari proses yang harus dilalui seorang yang menggapai kesuksesan masa kini.

Karenanya, ada istilah yang sering disebutkan bila mengaitkan peristiwa saat ini dengan masa lalu yaitu akar sejarah. Ya, sejarah erat dengan akar yang secara mudah bisa dilihat dari fungsi akar pada pohon. Akarlah pertama kali tumbuh dan kemudian perlahan-lahan memunculkan tunas dan menumbuhkan batang. Melalui akar yang makin kokoh, pohon kemudian tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan besar dan memberi banyak manfaat.

Merunut sejarah seseorang atau peristiwa laksana merenungi keberadaan dan kehidupan pohon. Sejarah manusia yang diberi kesuksesan di masa lalu selalu menjadi inspirasi bagi manusia masa kini untuk meniru kesuksesan mereka. Sebaliknya, manusia atau komunitas yang di masa dulu terkena musibah atau bencana besar menjadi renungan manusia zaman sekarang untuk tidak mengikuti jejak mereka agar terhidar dari kecelakaan. Dan pada pohon, sosok pohon yang kokoh berasal dari kuat dan kokohnya akarnya. Sebaliknya, pohon yang tumbuh dengan kerontang dan kerdil karena akar-akarnya tidak berfungsi atau bahkan rusak.

Sangatlah perlu kita menyimak Sabda Tuhan dalam kitab Suci, betapa DIA member kunci-kunci tentang meraih kebahagiaan dan keberhasilan dengan menggambarkan kejayaan kaum yang pernah ada di masa lalu. Sebaliknya, Tuhan mengingatkan pada kita bahwa manusia ini akan hancur dan mendapat siksaan apabila mengikuti jejak dan perilaku bangsa atau kaum yang dulunya pernah dimusnahkan atau dihukum oleh-Nya. Semua sangat gambalang dan mudah dicerna apabila kita serius merenungi ayat-ayat yang kit abaca dari kumpulan firman-Nya di Kitab Suci.

Tuhan membeberkan bagaimana bangsa-bangsa yang dulu Berjaya karena memiliki tingkat kedekatan yang tinggi pada Tuhan-Nya serta berkarakter kuat penuh teladan kebaikan. Tuhan juga menghamparkan perjalanan sejarah kaum-kaum yang durhaka, memperturutkan hawa nafsu dan penuh kesombongan yang akhirnya menjadi pelajaran berharga untuk tidak dijadikan contoh hidup bagi manusia kini. Bangsa-bangsa yang tertinggal dan berada pada titik nadir di zaman kini memiliki karakter yang tak berbeda dengan kisah-kisah abadi dari kaum-kaum terhina di masa lalu.

Maka DIA selalu mengingatkan manusia, “Renungilah, hai orang-orang yang berakal!”

Rabu, 12 Desember 2012

Rabu, 12 Desember 2012

Liburan Keluarga yang Edukatif dan Inspiratif


“Aku mau ke rumah Emak di Sumedang.”
“Aku pengen ke Kidzania.”
“Aku ingin ke kebun binatang.”

Itulah ungkapan anak-anak saya beberapa hari ini tentang rencana liburan mereka. Mereka sangat bersemangat menghadapi liburan Akhir Tahun yang memang bertepatan dengan liburan sekolah. Saat ini, anak-anak sekolah sedang sibuk dengan Ujian Akhir Semester (UAS). Tiada hari tanpa belajar bagi mereka. Anak-anak Sekolah ingin hasil belajarnya bisa membanggakan dirinya dan orang tuanya.

Selain belajar dengan tekun dan semangat, anak-anak sudah memikirkan tentang apa kegiatan liburan nanti usai UAS. Beberapa rencana sudah disusun. Beberapa tempat wisata sudah disebut-sebut untuk dikunjungi.

Saya sudah membuat rencana liburan bersama keluarga dengan memasukkan keinginan anak-anak di dalamnya. Saya membuat program berupa bermain di alam bersama anak Yatim dan Anak-anak dari kalangan kurang mampu (Dluafa).  Tentu saja, anak-anak saya dalah peserta di dalamnya.

Mengapa bermain di alam.

Di era modernisasi saat ini, anak-anak sudah sangat akrab dengan teknologi. Anak-anak sudah tidak asing dengan Gadget dan internet. Anak-anak bahkan sudah lebih menggadrungi permainan dalam bentuk “game” yang tidak banyak menggerakkan anggota badannya. Anak-anak kemudian jauh dari permainan “dolanan” yang memacu kreatifitas, kebersamaan dan melatih fisik.
Bermain di Hutan dengan Pepohonan yang menakjubkan (lokasi Hutan Penelitian Dramaga  Bogor - dok. pribadi)

Bermain di alam akan memberikan nuansa berbeda bagi anak. Alam menyediakan tantangan-tantangan yang alami. Tantangan di alam dalam bentuk dan sifatnya yang khas dan natural menjadi sarana bagi anak mengasah kepekaan panca indra, menguji keseimbangan fisik dan mental serta menemukan hal-hal yang menyegarkan pikiran mereka. Contohnya, ketika mereka berjalan-jalan di hutan, mereka akan menikmati pemandangan alam yang hijau, udara yang terhirup sangat segar, suara burung yang merdu dan sejukanya udara yang menyentuh kulit. Mereka juga akan merasa nyaman dengan kondisi alami tanpa sehingga muncul keceriaan dan kreativitas baru di alam pikirannya.

Bermain di pinggir Danau Situgede Kota Bogor (dok. pribadi)

Mengapa dengan anak yatim dan dluafa.

Anak-anak yatim dan dluafa Mereka adalah golongan yang memiliki akses dan kesempatan yang relative lebih rendah ke tempat wisata. Dikarenakan kondisi ekonomi keluarga yang tidak menyediakan dana khusus untuk berwisata dan faktor lain menjadikan anak yatim dan dluafa jarang mengisi liburan mereka dengan melakukan hal yang menyenangkan. Padahal, liburan ke tempat-tempat yang indah sambil bermain dan belajar adalah hak mereka juga.

Membuat Kreativitas dari Barang Bekas dan Sampah salah satu kegiatan Liburan Edukatif dan Inspiratif

Saya teringat dengan sebuah Sabda Nabi Muhammad SAW bahwa sedekah terbaik adalah memasukkan kegembiraan kepada saudaranya. Apalagi yang digembirakan adalah anak yatim dan dluafa, tentu lebih tepat dan sangat dianjurkan oleh agama. Sangat banyak keutamaan memuliakan anak yatim. Banyak juga ganjaran dan keberkahan bila kita membantu anak-anak dluafa. Mereka tak hanya merasakan kegembiraan dari apa yang kita berikan, justru kita juga akan menerima ganjaran dan ketenangan hati karena membuat wajah mereka berseri-seri.

Dengan alasan-alasan di atas, saya bersama teman-teman Volunteer dari Lembaga Alam Tropika dan Komunitas Pohon Inspirasi membuat program liburan bersama ank-anak desa, anak yatim dan anak-anak dluafa. Program liburan ini berisi kegiatan berkebun, ekplorasi pohon dan benih di hutan, menanam bibit pohon dan berkreasi dengan barang bekas dan sampah. Program akan dipusatkan di kawasan Hutan Penelitian Dramaga dan Danau Situgede Kelurahan Situgede Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor. Lokasi kegiatan sangat kondusif bagi anak-anak untuk mengasah kepekaan panca indra dan melatih keseimbangan fisik dan mental. Di lokasi kegiatan yang merupakan kawasan hutan lebat, juga dijumpai penangkaran rusa dan tempat pembibitan tanaman hutan.

Semoga rencana saya dan keluarga untuk lebih dekat dan peduli dengan alam bisa terwujud dalam mengisi iburan akhir tahun ini. Semoga anak-anak yatim dan dluafa juga turut menikmati keceriaan bersama kami di masa liburan ini.

Mau bergabung? Bagi yang jauh dari Bogor, mau berkontibusi untuk membuat anak-anak yatim berseri wajahnya? Mau ikut mendukung dengan dalam bentuk apapun yang kita miliki? Tentu itu sangat kami perlukan.

Berminat? Silahkan hubungi Komunitas Pohon Inspirasi (Siddik-081514297728) atau Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN-Venny 0251-8425522)

Rabu, 28 November 2012

Rabu, 28 November 2012

Refleksi Hari Pohon Sedunia 2012



Konflik Palestina Israel kembali membara. Setelah serangan brutal di akhir tahun 2008 lalu, Israel dengan kekuatan militer penuhnya membombardir jalur Gaza beberapa hari terakhir ini. Israel berdalih serangan inia dalah balasan dari rudal-rudal yang diluncurkan oleh pejuang Palestina dari Jalur Gaza.

Korban dari kedua belah pihak berjatuhan. Dunia menyoroti banyaknya korban yang jatuh pada warga sipil di Gaza daripada korban di pihak Palestina. Israel dengan kekuatan udaranya tak pilih target mengebom kawasan padat penduduk penuh dengan wanita dan anak-anak. Jatuhlah ratusan korban meninggal yang sebagian besar dari anak-anak dan wanita.

Selain target pada kawasan yang diduga dihuni pasukan Palestina di Gaza, Israel juga menghancurkan lahan-lahan pertanian ditumbuhi oleh pepohonan. Sebagaimana diketahui, di Jalur Gaza banyak warganya yang berprofesi sebagai petani dimana pohon zaitun adalah tanaman utamanya. Demikian juga di Ramallah dan Tepi Barat, banyak warga disana mengandalkan kebutuhan sehari-hari dari hasil kebun Tin dan Zaitun.

Israel pernah meluluhlantakkan lahan-lahan di Gaza yang ditumbuhi Zaitun dalam perang Darat di akhir tahun 2008 yang dikenal dengan Cast Lead. Bukan saja menghancurkan pepohonan zaitun dari udara, bahkan pasukan Israel membongkarnya dengan bulldozer. Target utama Israel sebenarnya hancurnya pada batang-batang pohon dan musnahnya buah zaitun, namun lebih jauh ingin meruntuhkan daya tahan rakyat Gaza sehingga mereka “menyerah”.

Di antara rahasia kehebatan warga Palestina yang sanggup bertahan hidup dan terus mengobarkan semangat perjuangannya adalah semangat mereka menanam Pohon Zaitun. Ya, Zaitun, pohon yang diabadikan dalam Al Qur’an, Injil, dan Taurat sebagai pohon yang diberkahi. Pohon yang hanya hidup di daratan Mediterania khususnya di Laut Tengah dan tumbuh sangat subur di Palestina. Tumbuhan yang hidup subur di bukit dan pegunungan, dimana tak ada penghalang matahari bagi pertumbuhannya. Kemampuan hidup Pohon Zaitun mampu bertahan hingga ribuan Tahun. Tak heran bila di Palestina, Pohon Zaitun menjadi penyokong utama kebutuhan hidup sekaligus menjadi saksi hidup bagi sejarah perjalanan negeri dan bangsa tempat lahirnya Para Nabi.

Berbagai penelitian ilmiah menyatakan bahwa buah Zaitun tergolong zat makanan yang bagus. Di dalamnya terdapat kadar protein, gizi, dan anti oxidant yang besar, sebagaimana ia memiliki kadar garam yang mengandung kalsium, zat besi, dan fosfat. Ini merupakan zat-zat penting dan vital yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Disamping itu, buah atau daun atau minyak atau juice Zaitun dapat digunakan sebagai anti infeksi organ dalam, seperti, ginjal, empedu dan mengandung senyawa koloid yang dapat membunuh sel-sel kanker.

Menurut laporan dari situs arrahmah.com, hasil Zaitun telah memberikan andil istimewa dalam mengangkat tingkat keamanan pangan bagi orang-orang Palestina. Menghadapi berbagai peperangan dan serangan terhadapnya dari serdadu Israel dalam sejarah Palestina yang panjang, pohon Zaitun tetap berdiri kokoh dan mengakar di perbukitan dan gunung-gunung Palestina. Pohon Zaitun bagi rakyat Palestina merupakan simbol perjuangan dan mengakar di tempatnya. Pohon Zaitun bagi mereka juga merupakan simbol keagungan dan kebanggaan di langit, dan simbol perjalanan sejarah di zaman ini.

Insinyur pertanian Muhammad Abdul Halim, warga Palestina asal Nablus, Tepi Barat, menganggap serangan terhadap Pohon Zaitun merupakan “target strategis khusus”. Terlebih hasil Zaitun dari lahan pertanian merupakan salah satu faktor ketahanan pangan Palestina dan juga salah satu bahan konsumsi terpenting bagi warga Palestina, sekaligus salah satu simbol terpenting bagi perjuangan dan pengakaran sejarah di tanah Palestina. (Kutipan Buku KETIKA POHON BERSUJUD, Thoha, 2011)

Israel sangat memahami akar sejarah dan rahasia kekuatan rakyat Palestina yang sangat sulit ditundukkan. Maka, menghancurkan Pohon-pohon Zaitun, adalah salah satu cara melumpuhkan semangat perjuangan rakyat Palestina. Bagi Israel, selama Zaitun masih tumbuh subur di bumi Palestina, maka mereka terus akan menghadapi pejuang dengan fisk yang tangguh dan semangat yang sangat tinggi. Lihat saja yang mereka aksi penghancuran pohon zaitun terus berlangsung. Pohon Zaitun di Tepi Barat pun tak luput dari serangan Palestina. Sedikitnya 450 pohon Zaitun dirusak oleh serdadu Israel untuk lahan pemukiman illegal Yahudi.. (Baca acehtraffic.com : Perkebunan Zaitun Palestinadi Bakar)

Selama Pohon Zaitun kokoh berdiri maka Israel akan sulit mengalahkan pejuang Palestina karena ketahanan pangan dan iman mereka terus terjaga. Bagi Israel, robohnya Zaitun akan berakibat pada terputusnya suplai pangan bergizi, runtuhnya semangat, menurunnya perlawanan dan terkoyaknya sejarah mulia tanah Palestina. Hebatnya, Usai operasi Cast Lead (2008-2009) oleh Israel, Gaza bangkit cepat. Kebun zaitun dan tiin terpelihara, begitu pun timun, tomat, dan jeruk.

Di sisi lain, Israel justru kini sangat massif melakukan penanaman pepohonan sebagai perisai dari serangan rudal pejuang Palestina yang diluncurkan dari Jalur Gaza. Dilaporkan oleh ynetnews.com, bahwa pemerintah Israel menerapkan solusi pertahanan lain dengan menggunakan pohon-pohon yang tinggi untuk menahan dan menghalangi pandangan dari pejuang Palestina. Pohon-pohon tersebut ditanam di sepanjang Route 232, khususnya di area yang terjangkau oleh serangan rudal pejuang Palestina.(Baca : Trees forshields in Gaza vicinity area). Sayangnya tidak disebutkan jenis pohon tinggi yang ditanam di sepanjang jalur dalam perimeter 5 km dari Jalur Gaza ini.

Israel menggunakan berbagai macam cara untuk melindungi dirinya bahkan menggunakan pepohonan yang di Palestina justru dihancurkan. Israel telah menggunakan standar ganda dalam memandang lingkungan. Bila itu menyangkut Palestina, ia sangat brutal membabi buta merusak tanaman di sana. Padahal beberapa publikasi dan pemberitaan, Israel termasuk negara yang mengemabangkan teknologi yang sangat unggul di bidang pertanian. Sungguh sebuah anomali yang semakin memperburuk sikap Israel di mata warga dunia.

Hari ini 21 Nopember 2012 adalah Hari Pohon Sedunia. Warga dunia memperingatinya dengan bergerak dan mengajak semua pihak untuk peduli pada pohon yang tidak hanya sebagai sosok tumbuh-tumbuhan. Pohon justru adalah sumber kehidupan dan inspirasi. Pohon bahkan adalah simbol perjuangan dimana masyarakat bisa bertahan hidup dan gigih memeliharanya meski dalam kondisi sangat genting.

Seperti Pohon Zaitun yang mampu memberi inspirasi, motivasi sekaligus jiwa bagi sebuah bangsa untuk tetap kokoh bertahan dan melawan kezhaliman. Pohon mampu menghidupkan semangat membara manusia untuk senantiasa memelihara kemuliaan, semangat dan perjuangan. Memelihara pohon tidak sekedar aktifitas budidaya pertanian semata dalam rangka memenuhi kebutuhan pokok manusia. Menanam pohon juga mampu menghidupkan kebanggaan, pemeliharaan terhadap sejarah, menumbuhkan semangat, dan menggelorakan perjuangan bagi manusia

Di Hari Pohon Sedunia 2012 ini, dunia masih diliputi berkecamuknya peperangan yang merusak banyak pepohonan. Tidak hanya perang fisik seperti yang terjadi di Gaza, namun juga peperangan antara mempertahankan pepohonan yang ada di hutan dan kawasan lindung dengan meningkatkan pundi-pundi yang segelintir elit atas nama pembangunan. Atas nama kemakmuran rakyat, hutan dikupas, dikeruk, digunduli dan diratakan demi kilau emas, kucuran minyak, hembusan gas alam dan mengalirnya minyak sawit jauh ke negeri lain. Faktanya, hilangnya hutan dalam luasan jutaan hektar di Nusantara ini tak juga membuat rakyatnya makmur.

Di Hari Pohon Sedunia ini, mari kita mencintai pohon sebagai bagian dari memelihara keseimbangan dan memakmurkan bumi yang merupakan perintah-Nya dalam kitab suci. Pohon telah banyak memberi kehidupan da inspirasi kita dan bagi alam ini, lalu apa yang bisa kita lakukan untuk pohon?

Selamat Hari Pohon Sedunia

Salam Lestari!

Senin, 19 November 2012

Senin, 19 November 2012

Hijau Itu Seperti Magnet


Oleh : Evyta AR
Komunitas PI Medan

Kalau kutub utara dan kutub selatan magnet didekatkan, maka mereka akan saling tarik-menarik, begitu pula dengan dunia hijau. Hijau itu seperti magnet, akan selalu menarik apa saja yang ada di dekatnya. Mungkin hijau itu kutub utaranya dan yang lain adalah kutub selatannya. Sekuat apapun kita menolaknya, semangatnya tetap saja mampu menarik kita, paling tidak untuk menikmati keindahannya.
Masih tak percaya? Coba saja anda buktikan. Ketika anda melihat jajaran pohon yang berada di pegunungan, apa yang anda rasakan? Bahagia, bukan? Rasanya keindahan itu mampu menarik lepas beban pikiran, membuat kita tenggelam dalam kekaguman dan memuji Penciptanya. Coba lagi di lain waktu, ketika anda melihat hamparan kebun sayur dan buah yang sedang panen, apa yang akan anda lakukan? Hampir pasti anda ingin memetik dan mencicipinya, bukan? Itulah pesona hijau yang bagaikan magnet. Ia akan selalu menarik siapa saja untuk mendekat dan bergerak.

Hijau itu seperti magnet, seperti halnya yang saya rasakan ketika ditarik secara tak langsung oleh dunia hijau. Melihat teman-teman komunitas yang rajin menanam pohon di pekarangan rumahnya, menarik saya untuk ikut bergerak menanam pohon juga di rumah. Betapa senangnya melihat mereka memetik hasil kebun rumah sendiri dan mengolahnya menjadi panganan sehat. Betapa segarnya udara yang dihirup setiap harinya karena lingkungan rumah dipenuhi oleh hijau. Siapa yang tak ingin merasakan karunia dan kebahagiaan seperti itu.

Hijau menarik sekitarnya untuk menelusuri lebih dalam tentang kemanfaatan. Hijau menarik kita bagaikan magnet untuk menelisik helai demi helai nikmat yang Alloh curahkan, dengan semangat kebaikannya, semangat berbagi, semangat melestarikan. Hijau pula yang merekatkan yang jauh menjadi dekat, yang tak mampu dengan yang mampu, yang tidak tahu menjadi tahu. Hijau juga yang selalu mengingatkan kita tentang berbagi.

Sekuat apapun kita mencoba melepas tarikannya, hijau akan tetap terus menarik apa saja di dekatnya. Hijau menebar manfaat dalam diamnya dan menarik kita dalam kemanfaatan, tanpa banyak kata. Kebaikan yang ia hasilkan selalu dirasakan oleh apa saja yang ada di sekitarnya. Hewan dan manusia menghirup udara bersih di dekat hijau, mengeruk galon demi galon air lewat hijau, merasakan nikmatnya makan juga dari hijau yang diturunkan oleh Alloh. Bukankah semangat kebaikannya ini mengilhami kita tentang sikap pantang menyerah dalam memberi manfaat?

Hijau itu seperti magnet, yang akan selalu menarik sekitarnya untuk kebaikan. Setuju?

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates