Menginspirasi dan Berbagi untuk Alam
Pohon memberi inspirasi dan cinta tak terbatas pada lingkungan. Inspirasi melahirkan keteduhan dan kebaikan. Maka Pohon Inspirasi mencoba menghimpun inspirasi dan cinta untuk menebar kebaikan bagi lingkungan.
Pohon Istanaku
Semua Berawal dari Pohon. Pohon adalah istana bagi banyak kehidupan. Ia adaah sumber inspirasi hidup tanpa batas. Pohon inspirasi mengajak kita semua mencintai pohon karena ia adalah sesuatu yang indah laksana istana tempat semua keindahan, kenyamanan dan kebanggaan terkumpul.
Perempuan Menanam
Tanpa pernah mengharap buah dari yang kita tanam, orang yang menanam pohon telah memberikan harapan baru bagi kehidupan lain. Seperti seorang Ibu yang menyusui bayinya, ia telah memberikan harapan bagi munculnya generasi baru yang lebih baik.
Gerakan Moral Mencintai Pohon
(Rubrik Kearifan Komunitas, Majalah Tarbawi Edisi 249/Th.12 Jumadil Awwal 1432, 21 April 2011)Pohon tidak semata hiasan taman atau tempat berteduh dari teriknya matahari, tapi juga komponen penting untuk keseimbangan alam. Banyak hikmah yang terkandung dalam pohon. Komunitas Pohon Inspirasi mengajak kita menyadarinya.
Membangun Taman di Surga
Menanam bibit pohon adalah untuk membangun kehidupan bagi manusia, hewan, tanah, air dan udara di dunia. Di kehidupan setelah dunia, kita akan mendapat ganjaran besar berupa taman di surga sebagai buah dari amal kita yaitu menanam untuk kehidupan karena mengharap kebaikan-Nya.
Selasa, 18 September 2012
Selasa, 18 September 2012
Pesan Pelestarian Hutan di Film AVATAR
Jumat, 31 Agustus 2012
Jumat, 31 Agustus 2012
Inspirasi Hidup dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Bagian 1)
![]() |
| Salah satu kejadian kebakaran lahan pada malam hari di Kapuas Kalimantan Tengah (dok. pribadi-Achmad Siddik Thoha) |
Minggu, 26 Agustus 2012
Minggu, 26 Agustus 2012
Ways of Life from Kapuas River (Hikmah Kehidupan dari Sungai Kapuas)
![]() |
| Cas/perahu kecil di Sungai Kapuas Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah (dok. pribadi) |
![]() |
| Kapal Penumpang dan Barang yang menjadi andalan transportasi air di Kabupaten Kapuas (dok. pribadi) |
Kota Air ini mengajarkanku untuk senantiasa tenang. Air yang lambat membuat semua terlihat tenang. Perahu yang lambat merambat tanda kesabaran tertambat dan jauh dari umpat-mengumpat seperti kebanyakan warga di tempat lain. Terima kasih,Allah, telah menciptakan Kapuas yang penuh hikmat.
Kearifan Lokal Masyarakat Kalimantan dalam Memprediksi Musim Kemarau
![]() |
| Beje (kolam tradisiional) yang sudah jadi |
2. Ikan banyak turun ke muara sungai.
| Ikan Sepat layang |
![]() |
| Pohon Pantung atau Jelutung |
Kearifan masyarakat tradisioan Kalimantan mengajarkan pada saya dan mungkin kita akan pentingnya selalu dekat dengan alam untuk bisa dengan arif mengelola sumberdaya alam. Alam adalah amanah yang telah dipecayakan Tuhan pada kita untuk dikelola dengan arif dan bijaksana. Bila alam sudah dikelola dengan arif, maka kerusakan bumi akan bisa dikurangi.
Jumat, 08 Juni 2012
Jumat, 08 Juni 2012
HNW Cagub Peduli Pelestarian Lingkungan

Salak Condet, Salah satu ikon Jakarta yang ingin dilestarikan Hidayat-Didik
(Sumber gambar )
Sebagian besar calon memang memiliki visi pelestarian lingkungan. Terkait Ruang Terbuka Hijau misalnya, hampir semua pasangan calon mengajukan peningkatan luas RTH hingga mencapai minimal 30%. Terkait banjir, semua pasangan berbicara tentang pentingnya penghijauan khususnya di Hulu dan bantaran sungai.
Semua visi dan misi lingkungan disampaikan ke media tidak cukup detil dan aplikatif, kecuali pasangan Hidayat-Didik. Pasangan nomor urut 4 dalam Pilkada DKI ini member konsep strategis dan praktis. Terkait penanggulangan banjir, Hidayat-Didik membahas lengkap dari persoalan ekosistem, teknis drainase, penataan ruang hingga konservasi. Berikut paparan pasangan Hidayat-Didik terkait solusi permasalahn banjir Jakarta.
(Ulasan Kampanye Lingkungan Calon lain bisa dibaca disini)
1. Bekerja sama secara efektif dengan Pemprov Depok dan Pemkot Bogor. Misalnya Bogor, bisa jadi dengan membebaskan tanah di sana untuk dijadikan resapan atau penampungan air agar air tidak masuk ke Jakarta tapi dibelokkan ke resapan yang dibuat di Bogor.
2. Membuat situ baru sebagai resapan air di Jakarta. Situ tersebut dapat
menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat.
3. Melakukan pengerukan sungai seperti Sungai Pesanggrahan dan Kali Angke.
4. Membenahi warga bantaran sungai yang menjadi korban banjir, misalnya diajak dialog dengan pemprov, bukan penggusuran. Karena penggurusan bukan solusi bagi warga bantaran.
5. Menerapkan sistem banjir kanal barat dan timur, penataan daerah aliran sungai (DAS) dan waterfront city.
6. Me-manage (mengatur) air agar run off (aliran permukaan) tidak hilang.
7. Membangun sistem reservoir (penampungan air) bawah tanah.
Selain itu, Hidayat-Didik juga memberikan perhatian pada pelestarian buah-buahan yang zaman dulu menjadi cirri khas beberapa daerah di Jakarta. Anda tentu sangat familiar dengan Kawasan Condet, Duren Sawit, Mangga Besar, atinegara, Jatiwaringin, Jatipetamburan, Jatipadang, Kampung Rambutan, Kebu Jeruk.. Nama-nama tersebut terkait erat dengan produk buah yang dihasilkan oleh daerah tersebut zaman dulu.
Inilah yang menarik perhatian salah satu calon gubernur (cagub) DKI Hidayat Nur Wahid dan Didik J. Rachbini menjadi salah satu konten kampanyenya. Pasangan Cagub DKI ini banyak menyampaikan ide dan aktifitas ke media dan masyarakat untuk mengembalikan ikon Kota Tua Jakarta yang lekat dengan pepohonan.

Buah Gandaria, Salah Satu Buah Kebanggan Warga Jakarta (Sumber Gambar)
Calon Gubernur DKI Hidayat Nur Wahid berencana menanam pohon mangga di kawasan Mangga Dua. Tidak cuma itu, dia juga akan menanam pohon rambutan di Kampung Rambutan, duren di Duren Sawit, dan tanaman buah lainnya di kawasan Jakarta yang menggunakan nama pepohonan. "Saya akan perbanyak pohon sesuai nama daerah," kata Hidayat ketika ditemui Tempo di kantornya, Selasa, 10 April 2012. (Baca Tempo.co : Hidayat Kritik Cara Tanam Pohon Pemda )
Pasangan Hidayat-Didik akan memperbanyak ruang terbuka dan menanam tanaman buah, karena beberapa nama kawasan di Jakarta juga diidentikkan dengan nama buah.
"Ada Kampung Rambutan, Mangga Dua, Kelapa Sawit, Kebon Jeruk, Kebon Nanas dan lain lain. Di tempat-tempat itu rencananya akan ditanami dengan tanaman khas daerah itu, seperti di Kampung Rambutan yang akan diperbanyak dengan tanaman buah rambutan, sesuai dengan namanya," terangnya.
Di kawasan Monas Hidayat juga berencana menanami tanaman berbuah, jadi tidak hanya tanaman biasa yang terkesan menghijaukan. "Sehingga Jakarta dengan tanaman buahnya akan terlihat semakin hidup," Demikian pernyataan Hidayat Nur Tak tanggung-tanggung pasangan Hidayat-Didik menempatkan motif pohon buah-buahan di salah satu ikon kampanye mereka yaitu Batik Beresin Jakarta (Baca okezone.com : HNW Prioritaskan Pemugaran Kota Tua danBikin Batik Betawi.)
Kita berharap Jakarta yang dulu kembali seperti namanya. Kampung Rambutan semarak dengan pohon rambutan. Di Condet banyak salak, duku dan melinjo. DI Duren Sawit berlimpah pohon durian. Di Gandaria yak dijumpai anak-anak asyik memanjat pohon Gandaria. Di Kebun Jeruk, nikmat sekali bisa mencicipi buah jeruk yang manis. Di Mangga Dua, banyak orang yang menikmati manisnya buah mangga.
Kembalikan kejayaan Jakarta seperti dulu. Kota Penuh Pohon, Hijau dan Berbuah!
Hidayat-Didik Insya Allah bisa mewujudkannya.
Senin, 02 April 2012
Senin, 02 April 2012
Mandi Hujan Itu Menyenangkan dan Bermanfaat, Loh!
- Anak-anak tak pernah mengeluhkan cuaca yang buat sebagian orang tua menjadi penghambat dan masalah. Mereka menjadikan hujan sebagai “sahabat” yang menyenangkan untuk bermain. Turun hujan adalah saat mereka bersyukur karena belum tentu akan dating kesempatan main hujan kembali.
- Dengan mandi hujan, anak-anak berusaha melakukan adaptasi terhadap lingkungan bukan menghindarinya. Bagi anak-anak yang sering mandi hujan, tubuhnya akan terbiasa dan mereka memiliki daya tahan yang lebih dalam menghadapi lingkungan khususnya cuaca.
- Anak-anak menjadi lebih kreatif dan aktif ketika senang dengan hujan. Saat mandi hujan, mereka bisa berekpresi bebas, melompat, berbecek ria, menari, berteriak dan berlari meluapkan kebebasan. Mereka bisa melupakan sejenak aktifitas permainan yang membuat tubuh malas bergerak seperti menonton atau main game.
- Setelah mandi hujan, mereka terbiasa untuk segera mandi. Ini berguna agar anak-anak bisa memahami makna keseimbangan antara bermain dan kewajiban menjaga diri agar tetap sehat.
Minggu, 01 April 2012
Minggu, 01 April 2012
Membuat Kompos Sendiri di Rumah
- Keranjang ini cocok untuk keluarga kecil atau anak kost/single. Keranjang malahan bisa disimpan dalam kamar kost, walaupun saya tidak sarankan karena kadang keranjang didatangi semut-semut. Simpan keranjang di tempat teduh. Jangan lupa menyapu area bawah keranjang secara berkala supaya tidak banyak semut atau ceceran sekam disekitarnya.
- Sampah yang dimasukkan keranjang sebaiknya berupa daun-daunan/sayuran/buah. Tidak disarankan membuang sisa-sisa protein/tulang/ayam/ikan/daging walaupun beberapa orang mencoba membuangnya di keranjang takakura dengan hasil yang bagus. Keranjang yang berfungsi baik pembusukan berjalan cepat, tidak berbau, suhunya hangat. Malahan pada pagi hari kalau keranjang dibuka terlihat keluar uap hangat. Iris-iris sampah supaya penguraiannya cepat.
- Buang sampah organik dapur dibaskom saringan dalam bak cuci piring. Biarkan sampah terguyur air cucian piring. Tutup dengan penutup. Gunanya supaya sampah sayuran tercuci dan telur-telur lalat tercuci untuk mencegah tumbuh belatung di keranjang takakura.
- Kalau sampah di baskom saringan sudah penuh baru masukkan ke dalam keranjang takakura. Tutupi lagi dengan sekam baru beberapa sekop. Ini membuat pembuangan sampah lebih praktis (misalnya 2 kali sehari). Prinsip dalam membuat kompos adalah ‘bom organik’ yaitu membuang sampah dalam jumlah besar setiap kalinya, daripada membuang sampah sedikit-sedikit ke dalam keranjang. Setelah itu guyur sampah dengan air sedikit saja supaya pembusukan terjadi. Lebih bagus kalau airnya cucian beras atau air manis/gula.
- Perhatikan perbandingan sekam/tanah dengan sampah, harus seimbang. Kalau isi keranjang mulai penuh atau berair masukkan sekam dan tanah yang baru. Lama kelamaan anda akan bisa mengira-ngira supaya pengomposan terus terjadi.
- Kalau proses pengomposan terjadi dengan baik, sisi luar keranjang akan terasa hangat kalau disentuh. Karena proses pengomposan ini ‘aerob’ atau membutuhkan oksigen, isi keranjang sebaiknya diaduk-aduk dengan sekop tangan setiap hari.
- Kalau keranjang sudah penuh (cukup lama, bisa 3-4 bulan tergantung volume sampah anda) biarkan saja keranjang ini dan gunakan keranjang lain untuk membuang sampah anda (jadi buat dua keranjang takakura). Kompos didalam keranjang pertama lama kelamaan akan mengering dan terperam. Kalau sudah kering isi keranjang ini bisa dihamparkan disekitar pohon buah anda atau untuk tanaman hias setelah terlebih dahulu dicacah (saya tidak melakukannya, tapi langsung disebar).
- Cara lain isi keranjang yang sudah penuh dituang keatas karung plastik. Sampah yang belum terurai dimasukkan lagi kedalam keranjang. Sampah yang sudah terurai (kompos) diangin-anginkan diatas karung plastik di tempat teduh sampai mengering (jangan dijemur) kurang lebih seminggu. Kalau sudah kering bisa disebar di kebun anda.


08.20
Achmad Siddik Thoha












