Apa Kabar Sahabat POHON INSPIRASI

Blog Berbagi Cinta dan Inspirasi untuk Alam

Kamis, 22 Maret 2018

Kamis, 22 Maret 2018

SELAMAT HARI AIR SEDUNIA 2018 : Semua Kembali ke Alam

Slogan Hari Air Sedunia 2018

Hari ini, 22 Maret 2018 diperingati sebagai Hari Air Sedunia. Kita diingatkan bahwa air berasal dari alam dan kembali lagi ke alam. Air perlu diperlakukan secara alami tanpa dihalang-halangi dan dirusak tempat mengalirnya dan tempat tersimpannya.

Kamis, 18 Januari 2018

Kamis, 18 Januari 2018

Hari Pohon Sedunia: Semua Butuh Pohon



Saat rapat kabinet, tidakkah Bapak Presiden menyadari bahwa Bapak duduk di kursi yang berasal dari pohon, minum air putih dari hutan yang masih sesak pepohonan dan menulis di kertas yang juga berasal dari pohon.

Saat anggota dewan bersidang, tidakkan Bapak dan Ibu memahami bahwa bangunan yang ditempati banyak disusun dari hasil pepohonan. Sepatu yang Bapak dan ibu pakai berasal dari hewan yang makan dari dedaunan berasal dari pepohonan dan air dari hulu sungai yang masih berhutan.

Bupati sedang makan bersama pejabat teras pemerintah. Apakah Bapak atau Ibu Bupati ingat bahwa makanan yang dimakan tak lepas dari peran pohon? Air yang mengairi sawah tempat padi tumbuh yang dimakan dalam bentuk nasi berasal dari hulu sungai yang berhutan lebat penuh pepohonan. Sayur yang lezat tumbuh karena tanah yang subur dari pupuk organik dari dedaunan dan ranting pohon yang busuk. Daging yang nikmat dirasa berasal dari peternakan yang penuh dengan pepohonan yang menyejukkan binatang peliharaan.

Ketika guru-guru mengajar, tidakkah merenung, bahan ajar mereka berasal darimana? Buku dan kertas alat mengajar hampir semuanya berasal dari pohon. Pensil juga berasal dari pohon. Kursi, meja, papan tulis dan bangunan, pohonlah yang membentuk semua alat itu. Ketika praktek Ilmu Pengetahuan Alam, pohon adalah obyek paling mudah dan lengkap untuk dijadikan pengetahuan tanpa batas.

Tentara, pelindung NKRI. Mereka berlatih di hutan sehingga menjadi prajurit tangguh. Tentara Indonesia disegani dunia karena ketangguhan dalam perang di hutan, dimana pepohonan menjadi tameng, tempat istirahat, tempat mencari makan dan menyerang lawan. Hutan menjadi benteng terkuat yang sulit ditembus musuh. Adapun pohon adalah tiang dan dinding-dindingnya yang menbuat benteng pertahanan negara ini sangat kuat.



Ilustrasi: Shutterstock

Mahasiswa tergantung pada pohon. Setiap catatan ilmu yang diperoleh harus tertuang di kertas. Semua jawaban ujian tertuang di kertas. Buku-buku ajar dan jurnal lebih mudah dibaca bila terbuat dari kertas. Era milenial pohon tetap tak tergantikan. Apalagi saat istirahat kuliah, betapa nikmatnya berteduh dibawah pohon yang meniupkan udara segar sehingga energy jiwa dan raga terisi kembali.

Bagi anak-anak, bermain dengan pohon adalah bentuk permainan yang sangat bermanfaat bagi perkembangan fisik, mental dan spiritual. Anak-anak yang bermain dengan pohon, akan terlihat sehat, kuat, berani dan sayang dengan ciptaan Tuhan. Mereka menguatkan lengan dan kakinya saat naik pohon. Mereka menaikkan adrenalin dan nyalinya menuju pucuk pohon. Mereka menikmati kebesaran Tuhan saat sudah sampai diposisi tertinggi dari pohon.

Bahkan orang sakitpun butuh pepohonan untuk segera sembuh. Dengan melihat pemandangan yang hijau dan mendengar suara burung, semangat orang sakit untuk sembuh menjadi meningkat. Tak cukup hanya obat fisik, pepohonan sebagai obat psikis diperlukan untuk kesembuhan orang sakit.

Seniman juga butuh pohon untuk inspirasi karya-karyanya. Puisi pohon, novel pohon, musik pohon, film pohon dan banyak karya seni dan budaya tergantung dengan keberadaan pohon.

Semua butuh pohon, siapapun mereka.

Selamat Hari Pohon Sedunia. Pohon adalah istana bagi bejuta makhluk hidup. Menanam pohon di dunia berharap mendapat surga di akhirat!

Salam Lestari!
Achmad Siddik Thoha
Founder Komunitas Pohon Inspirasi

Sabtu, 18 Maret 2017

Sabtu, 18 Maret 2017

Peluncuran Sekolah Pohon Inspirasi Medan





Alhamdulillah kegiatan kami, Sekolah Pohon Inspirasi (SPI) Medan sudah terbentuk dan menjalankan kegiatan sosial dan kemanusiaan. SPI di Medan diluncurkan sejak 23 Oktober dengan jumlah anak didik sebanyak 71 orang yang beradal dari anak yatim dan dhuafa di kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor Kota Medan Sumatera Utara.2016.



Sunguh mengejutkan, tetiba kami mendapat kehormatan mendapat porsi liputan dari sebuah TV Inspirasi di Meda. Kegiatan SPI diliput DAAI TV, ahad 13 Nopember 2016.

"Pak, masuk tipi kita ya, Pak? tanya anak-anak binaan SPI.
Anak- anak tambah semangat mengikuti SPI.




SPI di Medan diluncurkan sejak 23 Oktober dengan jumlah anak didik sebanyak 71 orang yang berasal dari anak yatim dan dhuafa di kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor Kota Medan Sumatera Utara. Selain pendampingan belajar anak-anak, SPI juga menyalurkan santunan untuk anak yatim dan dhuafa serta study tour ke alam terbuka dalam rangka pengenalan lingkungan dan pohon.






SPI Medan dibina oleh 8 orang fasilitator dari Ibu-ibu Perwiritan, Guru, Mahasiswa dan Dosen Muda dari berbagai tempat di Medan. Kegiatan SPI Medan antara lain belajar mengaji, menghafal ALquran, menulis Arab, belajar pelajaran sekolah, bercerita dan bermian edukasi.







Mohon doa sahabat KPI agar program kami berjalan lancar. Aamiin.

Jazakumullah khair kepada donatur dan sahabat semua yang mendukung program kami.



Sabtu, 25 Juni 2016

Sabtu, 25 Juni 2016

RAMADHAN INSPIRATIF BERSAMA KOMUNITAS POHON INSPIRASI



Sebanyak 189 anak-anak asuh Komunitas Pohon Inspirasi (KPI) menyemarakkan Ramadhan 1437 di daerah Desa Benteng, Desa Bojong Rangkas dan Desa Cibanteng Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor. Dari 189 anak tersebut tersebar di Desa Benteng sebanyak 57 anak anak di Jembat Bojong Rangkas, dan 26 anak di Cibanteng. Total anak asuh Komunitas PI di Bogor adalah 189 anak yang dibina dalam peogram Sekolah Pohon Inspirasi (SPI)


Alhamdulillah, anak asuh tersebut bisa menerima manfaat dari para sahabat yang bergabung di grup POHON INSPIRASI dan donatur perorangan berupa dukungan donasi, tenaga relawan dan kiriman paket pendidikan. Selama Ramadhan ini mereka bersemangat mengisi bulan suci ini dengan kegiatan keren. Berikut agenda kegiatan Ranadhan Komunitas Pohon Inspirasi


Agenda Ramadhan Komunitas PI :

5 Juni 2016 Tarhib Ramadhan

12 Juni 2016 Pesantren Kilat, Buka Bersama dan Santunan

19 Juni 2016 Ramadhan Ceria

26 Juni 2016 Raih Lailatul Qodar


Ramadhan Ceria Sekolah Pohon Inspirasi (SPI) diadakan bekerja sama dengan Remaja Mesjid DKM Nurul Huda, Ciampea pada Ahad 19 Juni 2016.


Acara Ramadhan Ceria (RC) dimulai sekitar jam 09.00 dengan kegiatan lomba menggambar, mewarnai, membaca puisi. Dilanjutkan dengan taklim rutin. Bada dzuhur, lanjut lomba hafalan Alquran dan rangking 1.


Usai shakat Ashar, acara RC dilanjutkan dengan penampilan Marawis dan Hadrah remaja mesjid yang dihadiri oleh semua anak-anak di lingkungan Ciampea Asri dan anak anak SPI. Anak-anak SPI juga mengikuti lomba kaligrafi yang hadiahnya akan diberikan saat kegiatan terakhir Ramadhan, Ahad depan 26 Juni, sekalian santunan untuk anak-anak yatim dan buka puasa bersama.



Selain agenda di atas, KPI juga mengadakan Tebar Tajil dan Alquran diadakan setiap hari di beberapa mushola dan mesjid di wilayah Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor.

Bagi sahabat yang inin berpartisipasi silahkan hubungi Ibu Popie Susanty 081213656094

Semoga Allah SWT menjadikan anak-anak generasi pencinta Alquran dan anak yang sholeh sholehah...

Terima kasih kepada semua donatur, panitia, ibu ibu Majelis Taklim, dan para pendamping. Semoga Allah SWT membalas dengan kebaikan.

‪#‎menebarkebaikan‬
‪#‎menebarmanfaat‬
‪#‎menebarsenyum‬

Komunitas Pohon Inspirasi Bogor
Founder - Achmad Siddik Thoha (0812-8530-7940)

Senin, 15 Februari 2016

Senin, 15 Februari 2016

Belajar Inspirasi dari Pohon di Kebun Raya Bogor bersama Komunitas Pohon Inspirasi

“Disini senang, disana senang, dimana-mana hatiku senang”

“Tangan dilambai-lambai, pinggul digoyang-goyang, bumi dinjak-injak, lompat-lompat”

Suara nyanyian serempak disertai gerakan badan membuat suasana hujan pada minggu pagi (31/1/2016) di Kebun raya Bogor (KRB) menjadi cerah dan ceria. Sebanyak 130 anak usia SD-SMP dari Bogor, Jakarta dan Bandung hanyut dalam suasana kegembiraan dalam acara Wisata Edukasi Lingkungan (WEL) yang diadakan oleh Komunitas Pohon Inspirasi. Hujan justru membuat lebih peserta bertambah semangat.

Selain Komunitas Pohon Inspirasi atau yang akrab dikenal dengan KPI, acara WEL ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak yaitu MCI, Tree Grower Community IPB, Komunitas Kongkrit dan OASE.

Dalam kegiatan ini dihadiri peserta berasal dari anak-anak kalangan dhuafa dan anak yatim umumnya berasal dari Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor yang selama ini dibina oleh KPI dalam program Sekolah Pohon Inspirasi. Terlihat anak-anak begitu antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan bertujuan untuk menambah pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya pohon bagi lingkungan.
Agenda dimulai pukul 07.30 sampai 13.00 wib. Anak-anak di dampingi oleh instruktur yang berasal dari mahasiswa-mahasiswi IPB dan kampus terdekat yang ada diwilayah Bogor. Anak-anak dikenalkan dengan beberapa jenis pohon yang ada di Kebun Raya Bogor. Selain pengenalan pohon kegiatan diisi dengan rangkain games dan Dongeng Pohon.

Dalam pengenalan pepohonan mereka menelusuri jalur yang melewati sisi Istana Bogor, Danau Gunting, Taman Meksiko dan Taman Astrid di kawasan KRB. Selain Istana Presiden anak-anak peserta WEL menikmati “istana” lain di KRB yaitu pepohonan yang rindang, batangnya besar dan beraneka ragam bentuk dan manfaat. Itulah “istana” yang lebih banyak diperkenalkan oleh para fasilitator.

Hadir pula dalam kegiatan ini pendongeng asal Bandung, Bunda Cinta Rakhmawati ditemani rombongan SD Amanah Bandung untuk mengisi agenda edukasi ini. Bunda Cinta merupakan ssatu penggerak KPI di Kota Bandung. Ciri khas Bunda Cinta dalam mendongeng mampu membuat anak-anak antusias mendengarkan dongeng pohon yang dibawakan. Beberapa anak-anak larut dalam dongeng tentang burung dan pohon, sampai-sampai menunjuk-nunjuk burung yang sedang terbang di sekitar mereka duduk. Diharapkan dari dongeng pohon yang disampaikan mampu memberikan edukasi untuk anak-anak tentang pentingnya menjaga satwa dan melestarikan pohon karena pohon adalah tempat tinggal atau istana bagi banyak satwa.

Komunitas Pohon Inspirasi yang dikelola oleh penulis dan beberapa mahasiswa IPB ingin menjadikan wisata edukasi lingkungan ini sebagai sarana mendekatkan kehidupan anak-anak dengan lingkungan khususnya pohon. Dengan merasa dekat dengan pohon diharapkan mereka bertambah cinta dengan pohon. Pohon memiliki peran penting bagi kehidupan makhluk hidup. Semua berawal dari pohon. Pohon adalah istana bagi banyak kehidupan. Di pohon, banyak makhluk hidup ikut menikmati suasana bak istnana yang nyaman dan mewah. Ratusan bahkan ribuan makhluk hidup tumbuh, berkembang dan nyaman hidup dalam naungan pohon laksana istana yang indah dan megah. Dan di pohon sumber inspirasi hidup tanpa batas juga keluar darinya.

Jelang akhir acara hujan kembali mengguyur deras KRB. Herannya, anak-anak binaan KPI sebagian besar malah semakin menikmati suasana KRB dengan berlarian kesana-kemari. Sebagian lagi ada yang bermain bola di lapangan rumput dekat Taman Astrid.

Sebagai bentuk kepedulian kepada sesama, di akhir acara memberikan santunan dan bingkisan untuk anak-anak yatim dan dhuafa yang menjadi binaan Komunitas Pohon Inspirasi.
Terima kasih atas doa dan dukungan semua pihak yang telah membantu acara ini terselenggara dengan lancar dan aman. Senyuman seratusan anak-anak sungguh membuat hati ini sangat bahagia. Semoga senyum ceria anak-anak menambah keceriaan kehidupan sehari-hari di keluarganya. Aamiin.

Salam Lestari!
Achmad Siddik Thoha
Founder KPI

Senin, 25 Januari 2016

Senin, 25 Januari 2016

SEKOLAH POHON INSPIRASI



Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamu’alaikum wr wb.

Komunitas Pohon Inspirasi (KPI) adalah sebuah komunitas yang terbentuk sejak tahun 2010 dengan fokus pada pendidikan lingkungan khususnya pada anak usia dini untuk membentuk generasi yang cinta lingkungan dan alam sekitar. Beberapa kegiatan sudah dilakukan dengan melibatkan banyak pihak untuk berkontribusi pada lingkungan seperti menanam pohon, kreasi dari barang bekas, penggunaan ulang sampah, bantuan kemanusiaan khususnya bagi anak yatim dan dhuafa serta merintis Sekolah Pohon Inspirasi (SPI)

Sampai saat ini SPI menjadi kegiatan rutin pekanan yang dikelola oleh KPI. Setiap Hari Minggu pagi mulai 07.30 – 10.00 anak-anak dari kalangan dhuafa dan yatim datang ke SPI untuk belajar mengaji, belajar pelajaran sekolah dan keterampilan. Setiap sebulan sekali sebanyak 135 anak-anak binaan SPI ini diajak kegiatan outing mengenalkan lingkungan sekitar termasuk mengenal pepohonan dan manfaatnya serta menanam tanaman. Setiap tahun, pada momen Hari Pohoh Sedunia, kami mengajak anak-anak binaan SPI menanam pohon atau berbagi bibit tanaman kepada masyarakat.

Selama tiga tahun terakhir peserta SPI semakin membludak. Ruangan SPI selama ini memakai rumah pendiri yang tidak begitu luas dan hanya mampu menampung 40 anak. Sebagian anak-anak binaan SPI dititipkan di sebuah Majelis Taklim, sebagian lagi masih di rumah pendiri yang berlokasi Komplek Ciampea Asri Blok C3 No. 4 Desa Benteng Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor. Selain itu, semakin banyaknya bantuan alat dan bahan belajar anak-anak SPI membuat pengelola harus mencari alternatif tempat baru.

Insya Allah SPI akan diluncurkan pada tanggal 31 Januari 2016 di Kebun Raya Bogor. Peluncuran SPI akan dimeriahkan oleh Kegiatan Belantara (selusur pepohonan), Dongeng Pohon, Game Alam serta santunan anak yatim dan dhuafa.

Untuk itu kami pengelola SPI membutuhkan bantuan para donatur yang budiman untuk bisa melanjutkan kegiatan SPI ini agar anak-anak dhuafa dan yatim binaan kami bisa menikmati layanan sosial kami dengan lebih baik.  Kami berencana akan menyewa rumah yang dekat dengan tempat kegiatan lama dan sudah familiar dengan anak-anak binaan KPI. Selain itu, kami juga akan membeli rak buku dan tempat penyimpanan alat dan bahan belajar sehingga properti SPI lebih terawat dan tertata rapi.

Mohon doa dan dukungan sahabat semua agar SPI bisa berjalan dan memberikan inspirasi bagi banyak anak-anak dan masyarakat umum.

Jazakumullah khairul Jaza’
Wassalamu’alaikum wr wb.

Pendiri Komunitas Pohon Inspirasi
Achmad Siddik Thoha

Transfer Donasi ke Rekening

133-001140-4514 Mandiri an. Popie Susanty

0812 1365 6094

Senin, 08 Juni 2015

Senin, 08 Juni 2015

Getaran Hati Warga Ciampea Bogor Menyambut Ramadhan

Pawai Tadzkirah Ramadhan Binaan KPI dan Warga Ciampea (dok. Siddik Thoha)
















Hati saya bergetar. Getaran itu muncul karena bunyi lantunan ayat-ayat suci Alquran yang memecah kesunyian pagi. Ayat-ayat yang dilantunkan anak-anak usia sekolah dasar menghangatkan pagi di Desa Benteng Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor.

Pagi ini seratusan orang, tua- muda, laki-laki-perempuan, dengan penuh semangat bergerak dari menuju masjid menyemarakkan tarhib Ramadhan. Tarhib Ramadhan, sebuah kegiatan yang jamak dilakukan kaum muslimin dalam rangka menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan. Tarhib Ramadhan di kampung saya dipusatkan di Masjid Nurul Huda, Perumahan Ciampea Asri Desa Benteng Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor.

Di kampung saya, acara tarhib tahun ini tidak seperti umumnya dilakukan dibanyak tempat yang biasanya hanya diisi dengan pengajian. Dalam Tarhib Ramadhan tahun ini digelar tiga kegiatan yaitu Pawai Tadzkirah, Seminar Kesehatan dan Pemeriksaan Darah Gratis.  

Pawai taddzkirah berupa pawai keliling kampung yang diikuti oleh anak-anak dan orang dewasa. Mereka berkeliling sambil mengajak warga muslim untuk ikut menyambut Ramadhan dengan penuh keceriaan. Anak-anak memakai busana muslim dan muslimah sambil membawa spanduk dan alat peraga berisi ajakan berpuasa. Ibu-ibu ikut menyemangati anak-anak dalam pawai dengan melantunkan shalawat dan nasyid. Koordinator pawai juga nampak berkobar-kobar semangatnya mengajak anak-anak meneriakkan yel-yel penyemangat menyambut puasa. Terlihat beberapa ibu-ibu membawa anak-anak balita dengan digendong menyusuri jalan perumahan.

“Mau apa kita?”
“ Puasa…Yes…Yes…Yes…Asyiiik!”
Demikian suara coordinator dan peserta pawai tadzkirah silih berganti memecahkan kesunyian pagi, ahad, 7 Juni 2015.

Acara pawai tadzkirah ini disambut meriah oleh warga. Para warga keluar rumah menengok iring-iringan pawai dengan senyum merekah. Ini bukti getaran jelang Ramadhan sudah mulai menyentuh hati-hati warga di kampung saya. Selama dua jam, dari pukul 07.00 – 09.00, suasana kampung saya begitu meriah dengan aktifitas “blusukan” anak-anak dan orang tua yang berpawai mengajak sesama warga bersemangat menyambut Ramadhan.

Usai pawai yang sebagian besar didominasi anak-anak, kini acara Tarhib Ramadhan beralih ke Seminar Kesehatan, bertajuk “Hidup Sehat ala Rasulullah SAW” yang dilaksanakan di ruang utama Masjid Nurul Huda. Seminar kesehatan ini membedah tentang rahasia sehat Muhammad SAW dan bagaimana kita bisa menjaga kesehatan dan bugar saat menjalankan puasa. Salah satu rahasia kesehatan RAsulullah SAW adalah pola makan yang sehat, dimana kebutuhan makanan, minuman, udara seimbang serta waktu dan tatacara makan yang mendukung bekerjanya organ tubuh dengan optimal. Bu Siti, praktisi Thibbun Nabawi, pembicara seminar kesehatan ini, memberi contoh tentang minum air putih yang benar. Minum air putih adalah kebutuhan utama tubuh, dimana tubuh manusia membutuhkan setidaknya satu liter air setiap berat badan 25 kg. Selain kuantitas yang cukup, cara minum juga harus tepat, yaitu tidak meminum air segelas dalam sekali teguk dan dalam posisi badan duduk.
Seminar Kesehatan "Shaum Sehat ala Rasulullah SAW (dok. Siddik Thoha)
Setelah Seminar usai, para orang dewasa tidak segera bubar. Mereka segera beranjak ke ruang TPA (Taman Pendidikan Al Quran) untuk pemeriksaan darah gratis. Acara ini adalah rangkaian dalam rangka menyiapkan diri menyambut Ramadhan (Tarhib). Sebagian besar pemeriksaan darah dihadiri oleh ibu-ibu. Mereka dengan sabar mengantri sambil berdebar-debar untuk mengetahui kondisi terakhir kualitas kesehatan yang dilihat dari tekanan darah, kadar gula darah, kadar asam urat dan kadar kolesterol. Beragam wajah tergambar dari ibu-ibu setelah melihat hasil pemeriksaan darah mereka. Ada yang senyum-senyum, ada yang datar wajahnya dan ada yang sangat serius membaca hasil cek darah masing-masing. Sementara tim pemeriksaan gula darah gratis dari Rumah Sehat Herbal Nutifa tampak cukup kewalahan merespon antusiasme warga desa Benteng yang begitu tinggi memeriksakan darahnya.

Pemeriksaan Darah Gratis oleh Rumah Sehat Herbal Nutifa (dok. Siddik Thoha)
Di tempat lain, di rumah salah satu warga, digelar juga Cucurak (makan-makan bersama menjelang bulan puasa) bersama 90 anak yatim dan dhuafa. Anak-anak yatim dan dhuafa sangat senang bisa ikut  dalam tarhib Ramadhan. Usai dapat bingkisan snack dari panitia Pawai Tadzkirah, mereka menikmati nasi bungkus dari donatur Komunitas Pohon Inspirasi. Senyum mereka demikian cerah, secerah Ramadhan yang akan kita sosngsong beberapa hari lagi.

Cucurak anak-anak binaan KPI (Dok. Siddik Thoha)
Sungguh, rangkaian kegiatan Tarhib Ramadhan ini membuat hati saya bergetar (meminjam ungkapan Pak Jokowi). Bergetar karena antuasiasme warga menyambut Ramadhan dengan persiapan yang beragam dan penuh semangat. Mereka menyatu dalam kebersamaan. Mereka berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Mereka juga menyiapkan diri agar maksimal dalam menyambut tamu mulia bernama bulan suci Ramadhan.

Ini kegiatan saya dan warga kampung saya menyambut Ramadhan. Bagaimana dengan di kampung kawan-kawan?

Minggu, 30 November 2014

Minggu, 30 November 2014

Peringatan Hari Pohon Sedunia 2014

Peserta Peringatan Hari Pohon Sedunia Komunitas Pohon Inspirasi di Kebun Raya Bogor, 16 Nopember 2014

Alhamdulillah, atas dukungan dan doa sahabat, acara Peringatan Hari Pohon Sedunia dan Wisata Edukasi dengan Anak Yatim dan Dhuafa, tanggal 16 Nop 2014 di Kebun Raya Bogor (KRB), bisa berlangsung aman dan lancar.
Jumlah peserta sejumlah 57 anak yatim dan dhuafa, 10 anak sahabat KPI, 12 orang tua (anak asuh), 3 orang guru SD Al Amanah Bandung, 3 anak siswa SD Al Amanah Bandung, 10 sahabat KPI Jabodetabek dan 10 mahasiwa IPB (Himpunan Profesi Mahasiswa Tree Grower Community/TGC).
Dengan kemudahan dari Allah dan dana bantuan para donatur, kami bisa memberikan biaya wisata gratis kepada 57 anak yatim-huafa dan 12 orang tuanya, memberikan 100 bibit kepada pengunjung KRB, memberikan bingkisan sebanyak 60 paket (alat tulis seharga @Rp. 20.000) kepada peserta wisata edukasi (anak-anak), memberikan santunan kepada anak yatim (20 anak).
Dongeng Pohon yang dibawakan oleh Tim SD Al Amanah Bandung
Acara berupa wisata edukasi pohon, game pohon, lagu-lagu pohon, dongeng pohon, pemberian bingkisan dan santunan anak yatim dhuafa dan pembagian bibit pohon pada pengunjung KRB, bisa berlangsung semua.
Harapan Anak-anak Indonesia untuk Pepohonan di Indonesia
Sangat bersyukur kami masih mendapat kepercayaan dari donatur untuk bisa memberikan secercah kebahagiaan kepada anak yatim dan dhuafa dan berbagi untuk lingkungan.Semoga amal sahabat semua mendapat balasan terbaik dari Allah dan rezekinya menjadi berkah. Amin.
Tree Grower Community (TGC) Himpunan Profesi Mahasiswa Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan IPB Bogor yang ikut berpartisipasi dalam acara Peringatan Hari Pohon Seduia 2014
Doakan kami tetap konsisten berbagi dan menginspirasi.

Rabu, 12 Maret 2014

Rabu, 12 Maret 2014

Ini Tentang Mencabut Pasak Bumi


Pasak Bumi di Hutan berpasir di Kalimantan Barat

Pernahkah Anda mendengar tentang Pasak Bumi? Ini bukan alat pertukangan, tapi tentang sebuah nama jenis tumbuhan yang dikenal luas sebagai ‘obat kuatnya’ orang Melayu khususnya Indonesia. Pasak Bumi dikenal (Eurycoma longifolia) luas karena dipakai sebagai campuran minuman energi yang dipasarkan luas di masyarakat (salah satunya  produk KukuBima TL Forte). Bila anda mampir ke Pontianak, cobalah tengok kios penjual oleh-oleh, pasti salah satu barang yang ditawarkan adalah akar dan batang Pasak Bumi. Ada juga bubuk kopi tongkat Ali yang dikemas ekslusif di kios-kios penjual oleh-oleh dikawasan  Jalan Gajah Mada dan PSP di Pontianak.

Nah ini cara mencabutnya. Pahit, sepahit rasanya :

1. Kalau tumbuhannya kecil, bisa langsung cabut pake tangan. Kalau besar bagaimana. Buat alat penggali dulu
Menyiapkan kayu runcing untuk menggali

Menggali Pasak Bumi
2. Akhirnya tercabut juga

Ini pasak bumi yang tercabut dari tanah berpasir


Selain menemui pasak bumi, Hutan Kerangas yang sangat unik menyediakan obyek lain yang menarik, khususnya tumbuhan kantong semar atau Nephentes spp. Berikut gambar areal sekitar tumbuhnya pasak bumi

Hutan Kerangas dengan tanah berpasir putih. Ada emas di bawah hutan ini.

Kondisi tegakan yang ramping dan rapat di Hutan Kerangas, tempat ditemukannya pasak bumi

Nah, ini namanya Kantong Semar :)
Selamat mencicipi pasak bumi yang Jreeeng!

Semua foto adalah dokumentasi pribadi Achmad Siddik Thoha yang diambil pada ulan Februari 2014 di Hutan Kalimantan Barat. Izin dulu ya kalau mau copast.


Senin, 10 Februari 2014

Senin, 10 Februari 2014

Komunitas Pohon Inspirasi di Program 3 60 MetroTV

Kamis 23 Januari 2014 menjadi salah satu tonggak bersejarah dalam perjalanan Komunitas Pohon Inspirasi. Liputan tentang kiprah komunitas ini yang diadakan oleh salah stasiun televisi ternama Indonesia MetroTV akhirnya tayang di program yang berbobot yaitu 3 60. Program 3 60 yang berisi tiga berita detail dalam 60 menit ini memberi tempat bagi KPI untuk mengisinya. Acara yang tayang setiap Kamis, mulai pukul 21.05 ini memberi semangat baru bagi kawan-kawan KPI yang selama ini berkiprah secara sukarela. Tayangan ini juga mendapat apresiasi luar biasa bagi masyarakat umum sehingga KPI leih luas dikenal.

Dalam tayangan program 360 tanggal 23 Januari 2014, liputan tentang KPI mendapat giliran di segmen kedua, yang diawali oleh kata pembuka oleh Putra Nababan, sang Host yang biasanya mendampingi Najwa Shihab. Berikut kutipan kalimat Panda Nababan, mengawali segemen kedua;

“Bencana banjir banjir diberbagai wilayah semakin mengingatkan kita tentang pentingnya peran pohon dalam kehidupan. Pemerintah memang mendengungkan gerakan menanam semiliar pohon sejak beberapa tahun lalu. Tapi dimanakah miliran pohon itu berada? Valdya Baraputri berupaya menelusuri keberadaan pohon-pohon itu. Benarkah sudah ada miliran pohon yang ditanam dan tumbuh terawat di tanah air? Ataukah ini gerakan lingkungan yang terjebak oleh angka?”


Supaya sahabat bisa menikmati dari tayangan aslinya yang berhasil di-download oleh admin KPI, silahkan ditonton langsung di youtube dengan link berikut :



Sabtu, 04 Januari 2014

Sabtu, 04 Januari 2014

Bergabunglah Bersama Kami Relawan Penyelamat Pohon

Poster by Eko Aspriyono
Pohon memiliki manfaat yang tak terhingga. Kehidupan kita tak bisa lepas dari pohon, dari alat rumah tangga, menuntut ilmu hingga masuk ke liang lahat. Secara fungsi lingkungan keberadaan pohon sangat dikenal luas mampu mereduksi dampak lingkungan buruk bahkan mencegah bencana. Isu perubahan iklim yang dipicu oleh pemanasan global membuat masyarakat dunia sangat getol mengkampayekan penyelamatan pohon dan penanaman pohon secara luas  di permukaan bumi. Bagaimana dengan di lingkungan kita?

Melihat kondisi pepohonan khususnya di perkotaan, membuat kita sangat prihatin. Pepohonan di ruang publik dijadikan sasaran menempatkan bahan iklan produk dan alat peraga kampanye, baik berupa baligo, banner, spanduk, dll. Tempelan-tempelan yang oleh praktsii media disebut “sampah visual” sangat menggganggu keindahan kota dan ruang publik. Belum lagi kondisi pepohonan yang dirusak oleh pedagang kaki lima yang menancapkan paku untuk membuat lapak/tenda untuk barang dagagannya.

Sebagian besar pohon yang ditancap paku masih berdiameter kecil yang belum mampu menerima benda asing.  Menancapnya paku di pepohonan tentu saja berakibat pada rusaknya pohon dan berpotensi berbahaya bagi lingkungan sekitar. Pohon yang terpaku akan lemah karena luka yang dideritanya menimbulkan penyakit dan lama kelamaan pohon rapuh dan bisa tumbang. Selain itu, pohon-pohon yang berpaku sangat menyulitkan bila ditebang pada saat perawatan pohon dan bahkan membahayakan bagi penebang. Artikel yang membahas bahaya memaku pohon bisa lebih lengkap dibaca tulisan berjudul Memaku Pohon Salah Satu Bentuk Eco-terorism? di link berikut :  http://green.kompasiana.com/penghijauan/2012/12/03/memaku-pohon-salah-satu-bentuk-eco-terorism-513017.html Untuk itu, kami dari Komunitas Pohon Inspirasi tersentuh untuk bergerak menghimpun potensi jejaring individu dan komunitas yang ada di penjuru tanah air  untuk memulai hal kecil dalam penyelamatan pohon. Sebab, menyelamatkan pohon yang sudah tumbuh bukan pekerjaan yang mudah. Dengan menyelamatkan keberadaan pohon yang tumbuh kita mendapat banyak manfaat buat diri dan lingkungan. Apa itu?
  • Menghemat anggaran Negara karena pohon-pohon di ruang publik ditanam atas dana Negara.
  • Mencegah korban akibat tumbangnya pohon yang rusak akibat dipaku.
  • Meningkatkan keindahan kota dan ruang publik dengan membiarkan pohon tanpa ada tempelan “sampah visual”
  • Ikut serta dalam merawat pohon dan menjadikan kota yang asri dan indah
  • Ikut mengawal peraturan Komisi Pemilihan UmumNo. 15 tahun 2013 yang melarang memasang alat peraga kampanye di pepohonan.
Pendekatan Gerakan. 
Konsep gerakan penyelamatan adalah pendekatan edukasi tanpa kekerasan. Edukasi karena kita ingin mendidik masyarakat sehingga secara mandiri sadar dan kemudian bisa ikut berpartisipasi bersama menyelamatkan pohon. Tanpa kekerasan, artinya kita tidak melakukan aksi pencabutan paku secara langsung yang bisa menyebabkan konflik dengan sebagian masyarakat. Lewat edukasi, penyadaran dan pelibatan diharapkan pihak yang merasa “menyakiti” pohon sadar dengan sendirinya dan mencabut paku dari pohon. 

Metode Kerja. 
Pendataan pohon-pohon yang terpaku di ruang-ruang publik. Data berupa nama jalan/ruang publik, benda yang dipaku (yang menempel), pihak yang bertanggung jawab (perusahaan, partai atau perorangan) dan kalau memungkinkan jenis pohonnya.Publikasi pohon-pohon yang terpaku di media sosial dan blog.Pemeritahuan ke media massa melalui surat pembaca tentang kondisi pepohonan yang dipaku.Memberitahu pihak berwenang (panwaslu) dan polisi pamong praja tentang kondisi pohon yang dipaku. 

Tahapan Kerja 
  • Pekan Pertama sampai seterusnya rekrutmen relawan. Relawan direkrut melalui pendaftaran sendiri melalui  SMS ke no. 089629526137 dengan format RelawanPohon#Nama#NoHP#Domisili#Aktivitas
  • Bagi yang sudah mendaftar melalui SMS dan bergabung di grup POHON INSPIRASI, langsung bisa memposting foto atau info tentang pohon yang dipaku. Data berupa nama jalan/ruang publik, benda yang dipaku (yang menempel), pihak yang bertanggung jawab (perusahaan, partai atau perorangan) dan kalau memungkinkan jenis pohonnya.
  • Bila bersedia, untuk memperlancar komunikasi antar relawan dan memudahkan posting foto, bisa juga dibuat grup di whatsapp atau Blackberry Messager
  • Bila dirasa perlu dan mendesak, kita akan membuat surat pembaca ke media massa tau artikel agar program kita bisa didukung dan keluhan masyarakat bisa didengar.
  • Dokumentasi tentang data dan kondisi pohon yang dipaku, diserahkan pada kemampuan relawan, apakah hanya foto, video atau tulisan singkat disertai foto.
  • Bila dirasa perlu, relawan bisa melakukan kegiatan kopdar sambil melakukan edukasi di masyarakat tentang pentingnya menyelamatkan pohon dari aksi pengrusakan.
Demikian deskripsi singkat gambaran awal gerakan kecil menyelamatkan pohon. Melalui penyelamatan pohon kita bisa menyelamatkan dan membantu orang lain serta menjaga bumi dari kerusakan. Salam lestari!NB : Diskusi bisa melalui threat ini atau via HP dan WA ke no 081514297728 (Achmad Siddik Thoha)

Rabu, 04 Desember 2013

Rabu, 04 Desember 2013

Wisata Edukasi : Belajar dari Pohon Raksasa Sampai Bertemu Ibu Negara dan Tamu Negara

Wisata Edukasi Bersama Anak-anak LKF di Kebun raya Bogor Juli 2013

Pagi itu hujan masih menetes dari langit setelah kemarin langit Bogor menumpahkan airnya seharian. Udara begitu dingin. Kondisi badan saya juga tidak begitu sehat pagi itu.

Alhamdulillah, menjelang pukul 07.00 hujan reda. Saya segera berangkat karena anak-anak binaan Komunitas Pohon Inspirasi sudah menunggu. Mereka sejak sepekan kemarin sudah sibuk menantikan liburan bersama sebelum berakhirnya masa liburan dan menjelang Ramadhan.

Benar, anak-anak sudah masuk angkot masing-masing. Sebanyak dua angkot penuh terisi anak-anak yang sebagian besar dluafa dan yatim piatu. Mereka berasal dari Kampung Rawajaha dan Kampung Jawa Kelurahan Situgede Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor. Sejak 4 bulan terakhir mereka aktif mengikuti program pendidikan lingkungan  yang dibina oleh Komunitas Pohon Inspirasi dan EEC (Enterpreuner and Environment Course) LATIN Situgede Kota Bogor.

Mereka demkian riang ketika angkot sewaan bergerak meninggalkan kantor LSM LATIN (Lembaga Alam Tropika Indonesia) menuju Kebun Raya Bogor (KRB). Keriangan anak-anak semakin menyeruak ketika kami sudah masuk ke KRB dan berkumpul di bawah Pohon Kempas (Koompassia malaccensis).  Nama latin pohon ini hampir sama dengan blog sosial terbesar favorit saya Kompasiana. Apakah filosofi Kompasiana juga meniru kehidupan Pohon Kempas? Bisa jadi, toh Kompasiana memang sebuah “Pohon Raksasa” dari ide, gagasan, liputan dan karya tulisan yang sangat dominan, member banyak manfaat dan menarik banyak orang untuk berkarya  didalamnya, seperti Pohon Kempas.

Saya menerangkan bahwa pohon ini sangat indah dengan banir (akar papan) yang menjalar luas di permukaan tanah seperti papan. Kempas yang berbentuk raksasa memerlukan banir untuk menopang badannya yang tinggi dan lebar serta memperluas pencarian air dan makanan.  Kempas begitu dominan menguasai udara dan tanah di lahan tempat ia tumbuh.

Pohon Kempas di habitat aslinya di hutan alam, seringkali menjadi pohon penghasil  madu. Pohon Kempas disukai oleh lebah hutan membuat sarang. Sarang lebah hutan inilah yang dipanen madunya oleh masyarakat pencari madu.

Usai berinteraksi dengan Pohon Kempas, kami melanjutkan perjalanan ke lokasi lain. Tibalah kami di prasasti yang berisi tentang Sejarah KRB. KRB ini didirikan sejak 17 Mei 1817 oleh Prof. Dr. CGC Reinwardt, botanis asal Jerman. Dengan areal seluas 87 Hektar, KRB saat ini menjadi induk bagi tempat konservasi tumbuhan tropis ex-situ terbesar di Indonesia.

Tempat berikutnya kunjungan kami adalah Museum Zoologi. Sejak dua tahun terakhir, pengunjung KRB bisa sekligus mengunjungi Museum Zoologi Bogor gratis karena memang lokasi museum berada di dalam KRB.  Di Museum ini anak-anak sangat antusias mengamati hewan-hewan yang sudah diawetkan yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia baik dari daratan maupun lautan. Sampai-sampai, tulang dan ekor Ikan hiu dengan panjang 14 meter dipamerkan disini. Hewan-hewan kecil seperti serangga dan kupu-kupu juga dipamerkan di museum ini. Anak-anak bisa tebuka pengetahuannya terkait kekayaan satwa yang hidup di Indonesia.

Hari ini, umat, 5 Juli 2013, KRB demikian banyak aparat keamanan dari polisi dan tentara lalu lalang. Susana ini memang agak membatasi pengunjung karena banyak tempat dilarang dilewati oleh wisatawan. Setelah saya bertanya pada salah satu staf KRB ternyata ada kunjungan Ibu Presiden, Ibu Ani Yudhoyono  mendampingi istri Perdana Menteri Australia. Memang hari ini ada kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Australia Kevin Ruud ke Istana Bogor. SBY dan Ruud sibuk di Istana Bogor, Ibu Ani dan Ibu Ruud  berkeliling dan menanam pohon di KRB. Namun secara umum pengunjung KRB tidak terlalu terganggu karena meski terbatas, aktivitas wisatwan di KRB berlangsung normal

Sempat terjadi teriakan spontan dari anak-anak yang saya damping saat rombongan Ibu Ani dan Ibu Ruud melintas di Taman Astrid, dekat lapangan rumput luas. Ibu Ani dan para pengawal kepresidenan melintas pelan dan saya mengatakan pada anak-anak bahwa itu Ibu SBY. Benar, ternyata Ibu Ani melambaikan tangan pada kami

“Ibu.....Ibu....”teriak anak-anak yang saya dampingi.

Ibu Ani dan Ibu Ruud juga membalas teriakan anak-anak dengan lambaian tangan. Saya mencoba mengambil gambar rombongan kepresidenan dan tamu Negara ini dari jarak jauh. Tak menyangka kami bisa bertemu Ibu Presiden dan Tamu Negara di tempat ramai ini.

Kami melanjutkan acara dengan memainkan game ringan yang ceria. Anak-anak memang tak ada matinya. Mereka bahkan’ ngagulitik’ (berguling-guling di lapangan rumput) kesana kemari. Berlari-lari, kejar-kejaran, bermain bola dan lompat-lompatan di area lapangan rumput dekat Kafe Dedaunan menghiasai keceriaan anak-anak.

Di akhir acara kami memberikan hadiah-hadiah atas prestasi anak-anak di sekolah dan di program pendidikan lingkungan. Banyak hadiah yang diberikan pada mereka. Tak ada lagi wajah sedih dan muram. Semua memegang hadiah yang dititipkan para dermawan kepada kami. Para dermawan inilah yang bereran penting mendukung acara kami hingga sebanyak 27 orang bisa menikmati kebaikan mereka.

Cucurak, makan bersama dan merekat kebersamaan menjelang bulan Ramadhan mengakhiri acara wisata kami. Kami pun menikmati nasi bungkus dengan lahap.

Saya sendiri merasakan kesegaran fisik dan batin mendampingi anak-anak ini. Awalnya saya sempat ragu dengan niat mengajak anak-anak dluafa dan yatim liburan bersama karena secara pribadi tidak kelebihan uang. NamunAllah memberikan kemudahan dengan dibukakan hati para dermawan membantu  sehingga acara ini terlaksana. Saya pun merasakan kebahagiaan tak terkira melihat anak-anak merasa senang. Mereka akhirnya bisa juga menikmati hak mereka sebagai anak yang menikmati liburan bermanfaat, sama seperti anak-anak lain.

Semoga rasa senang mereka menambah semangat untuk masuk sekolah kembali dan menggapai prestasi lebih baik. Amin.


Salam sukses berbagi!

Gini-gini Gua Punya Hutan

Presentasi salah satu peserta lomba esai mahasiswa S1 Se Indonesia Kehutanan Indonesia Baru 28 September 2013 (dok. pribadi)


Judul di atas saya ambil dari cuplikan tulisan salah satu peserta Lomba Menulis Esai Mahasiswa S1 Se Indonesia bertema Kehutanan Indonesia Baru  Keterlenaan Masa Lalu, Fakta Masa Kini dan Harapan Masa Depan. Ungkapan menarik ini justru keluar dari peserta lomba yang bukan berasal dari mahasiswa kehutanan, melainkan dari mahasiswa jurusan perikanan. Saya yang menjadi salah satu Juri lomba menulis esai ini mendapat kejutan dengan ungkapan tersebut.


Memang bila melihat dunia kehutanan, terlintas bayangan rusak parahnya hutan di Indonesia. Kebakaran hutan, penebangan liar, perambahan hutan, aktivitas tambang di kawasan hutan dan konversi hutan ke penggunaan lain merupakan beberapa penyebab yang membuat kabar tentang hutan Indonesia tidak menggembirakan. Bahkan beberapa waktu lalu, artis kondang Amerika, Harrison Ford sangat gusar setelah melihat fakta rusak parahnya kawasan hutan di Taman Nasional Tesso Nilo di Provinsi Riau.


Fakta lain yang terungkap dalam presentasi esai dari para peserta yang berasal dari IPB dan UGM ini yaitu korupsi serta keengganan pejabat dan politisi menjadikan isu kehutanan menjadi agenda politik. Seorang peserta dengan bahasa lugas dalam esainya merilis data dari Kompas bahwa Korupsi Bidang Kehutanan mencapai 273 T (baca disini). Ditambah lagi tak kunjung berhentinya kejadian-kejadian yang merusak fungsi dan keberadaan hutan seperti Kebakaran Hutan di Riau, alih fungsi lahan menjadi areal yang rawan bencana,

Kegusaran banyak pihak akan makin menyusutnya hutan Indonesia dan fakta yang memprihatinkan tentang kondisi hutan Indonesia bukan berarti membuat generasi muda pesimis. Para pemuda yang diwakili oleh 14 peserta lomba menulis esai ini memberikan terobosan-terobosan pemikiriran kritis, tajam dan solutif. Tak hanya berkutat pada korupsi semata, masalah kebijakan, salah urus negara, hingga krisis karakter rimbawan (orang yang memiliki pemahaman dan aktivitas terkait pembangunan dan pelestarian hutan) dikupas dari kaca mata yang jernih sebagai mahasiswa.

Disisi lain solusi-solusi revolusioner dan solusi konkrit juga muncul untuk mengubah masa lalu yang kelam dan membalikkan fakta yang memprihatinkan menuju masa depan kehutanan yang baru dan cerah. Solusi berani yang diungkapkan oleh salah satu peserta salah satunya adalah ”Hukuman Mati”. Hukuman Mati memang menjadi sebuah pemikiran yang perlu dikaji karena beberapa kasus pengrusakan hutan telah menjadi penyebab bencana lingkungan yang menewaskan banyak orang seperti Banjir Bandang dan Longsor di beberapa tempat di Indonesia.

Solusi cerdas sebagai jalan keluar dari belitan masalah dunia kehutanan juga diungkap dalam tulisan mahasiswa yang berasal dari IPB dan UGM. Pengembangan Ekowisata Apikultur di Daerah Hulu, Pembangunan Hutan untuk mengurangi emisi karbon, pembenahan karakter rimbawan, mobilisasi peran komunikator kehutanan di kalangan mahasiswa dan investasi hutan. Semua peserta sepakat bahwa bidang Kehutanan harus maju dan kembali meraih kejayaannya seperti di era tahun 1967-1998 sebagai Rising Sector-nya Indonesia.

Akhirnya ungkapan kalangan mahasiswa S1 dari dua perguruan tinggi ternama yang bangga menjadi pelestari hutan berharap nanti banyak pemuda-pemudi memakai kaos bertuliskan, “Gini-gini Gua Punya Hutan!” akan menjadi kenyataan. Kita berharap pemimpin dan generasi tua yang menjadi pejabat khususnya yang memegang wewenang di bidang kehutanan bisa menjadi pendorong bagi munculnya kembali kebanggaan generasi muda Indonesia akan hutannya. Dengan demikian Kehutanan Indonesia Baru bukan sebuah wacana dan uthopia namun sebuah harapan besar yang didukung semua elemen bangsa.

Salam lestari!

Selasa, 30 April 2013

Selasa, 30 April 2013

LIMUS KID FARMING : Seni Budaya dan Teknologi di Dunia Berkebun


Anak-anak LKF dan para pendamping kegiatan di Sekretariat EEC Jl. Sutra 1 Kelurahan Situgede Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor
Arus modernisasi yang sangat deras membuat anak-anak merasa asing dengan alam sekitar. Alam sekitar dengan beragam obyek pembelajaran menjadi sering terlupakan. Padahal alam sekitar menyimpan pembelajaran bagi tumbuhnya karakter positif anak-anak.

Alam sekitar yang kaya dengan pengetahuan bisa menjadi media pembelajaran yang sangat natural, sesuai budaya dan adat masyarakat, mendekatkan anak pada alam dan pencipta-Nya tanpa meninggalkan kemajuan teknologi yang berkembang. Untuk itu diperlukan sebuah wadah anak-anak untuk peka terhadap lingkungan dan mengenal budaya masyarakat yang sangat arif dengan lingkungan dan alam sekitar.


LIMUS KID FARMING (LKF) menawarkan program belajar bersama bagi anak-anak dengan obyek pertanian terintegasi. Materi pembelajaran pertanian yang terintegrasi dengan aktifitas seni, budaya, pembinaan karakter positif serta penguasaan teknologi computer dan internet ditawarkan pada program ini. Dengan berlokasi belejar yang dekat dengan Hutan Penelitian Dramaga dan Danau Situgede, LKF diharapkan menjadi media pembelajaran luar sekolah yang melahirkan generasi peka dan sadar lingkungan.

Bermain di Hutan mengenal pohon dan lingkungan


Materi Pembelajaran
Membuat kertas daur ulang
Pemanfaatan barang bekas (plastik, Koran, kantong palstik, kotak makanan/minuman)
Membuat dan Merawat Kebun Terpadu (tiap minggu)
Musik bambu dan kayu (Sebulan sekali)
Melukis (dua bulan)
Membuat Sketsa (sebulan/ dua bulan sekali)
Menari (sebulan sekali)
Bercerita
Komputer (sesuai tingkat pemahaman/tiap minggu)
Fotografi (sebulan sekali)
Bahasa Inggris (sebulan sekali)
Presentasi (dua bulan sekali)
Menulis (tiga bulan sekali)
Wirausaha
Pendidikan Agama Islam

Kreasi Barang Bekas dari anak-anak LKF 
Waktu Belajar dan Lokasi
Kegiatan LKF dilakukan setiap hari Minggu mulai pukul 09.00-11.00. Lokasi kegiatan di Kantor EEC Entrepeeur Environment Course (EEC) Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN) Jl. Sutera No. 1 Kelurahan Situgede Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor.
Bagi yang mau bergabung, silahkan menghubungi kontak dibawah ini :
Achmad Siddik Thoha (081514297728)
Veny Iswati (081514297728)
Atau email : siddikthoha@gmail
Twitter : @LKF_IPB

Jumat, 22 Maret 2013

Jumat, 22 Maret 2013

Hari Air Sedunia 2013 : Biarkan Air Mengalir Sampai Jauh


Mata airmu dari Solo Terkurung Gunung Seribu Air mengalir sampai jauh Akhirnya ke laut (Bengawan Solo – Gesang) 

Apa yang terbayang bagi Anda bila melihat air Sungai Ciliwung yang melintasi Ibu Kota Jakarta? Pasti terbayang sebuah sungai yang kerap meluap di musim hujan dan menggenangi banyak wilayah di Jakarta. Pernahkah Anda membayangkan bahwa sesungguhnya air Sungai Ciliwung ini melalui perjalanan sangat panjang? 

Air yang melintas di Sungai Ciliwung asal muasalnya bermula dari hulu sungai. Hulu sungai Ciliwung terdapat di kawasan datarang tinggi di Kabupaten Sukabumi, Cianjur dan Bogor. Bahkan Sungai Ciliwung berasal dari dua Taman Nasional yang kesohor di Indonesia yaitu Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP) dan Taman Gunung Halimun (TNGHS) . Dari daerah hulu hingga hilir, air melintasi beberapa Kabupaten Kota. Bahkan aliran air dari Gunung Salak dan Halimun melintasi 3 Propinsi yaitu Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta. 

SBY Meninjau Kali Ciliwung (Dok. Kompas.com)
Secara global, air juga melintas tanpa terkotak-kotak oleh batas Negara. United Nation Water (UN-Water) yang merupakan badan PBB yang fokus pada pengelolaan air, menyebutkan bahwa 46 % daratan di bumi diliputi oleh sungai-sungai yang melintas antar negara. Di benua Asia terdapat 60 sungai besar yang melintas antar negara. Lalu di Afrika terdapat 64 sungai besar, Eropa 68 sungai, Amerika Utara 46 sungai dan Amerika Selatan 38 sungai yang melintas antar negara. (Baca disini ) 

Jumlah Sungai Lintas Negara di Dunia (un-water.org)
Lintasan air yang demikian jauh, itu tak hanya menembus antar wilayah Negara. Air juga melintas antar budaya, sosial, ekonomi dan politik. Keberadaan air secara global yang tak bisa tersekat oleh batas apapun, perlu mendapat perhatian semua kalangan. Untuk itulah pada tahun ini, UN-Water pada hari Air Sedunia Tahun 2013 mencanangkan International Year of Water Cooperation" atau Tahun Kerja Sama Air Internasional” 




Hari Air Sedunia 

Hari Air Sedunia yang diadakan setiap tahun pada tanggal 22 Maret sebagai sarana memusatkan perhatian pada pentingnya air bersih dan advokasi untuk pengelolaan berkelanjutan sumber daya air tawar. Hari internasional untuk memperingati air bersih direkomendasikan pada Konferensi PBB pada Tahun 1992 tentang Lingkungan dan Pembangunan (UNCED). 

Majelis Umum PBB merespodengan dengan menetapkan tanggal 22 Maret 1993 sebagai Hari Air Dunia pertama. Setiap tahun, Hari Air Sedunia menyoroti aspek tertentu dari air bersih. Pada tahun 2013, dalam refleksi dari Tahun Internasional Kerjasama Air, Hari Air Sedunia juga didedikasikan untuk tema kerjasama di sekitar air dan dikoordinasikan oleh UNESCO bekerjasama dengan UNECE dan UNDESA atas nama UN-Water. (Baca disini) 

Kondisi Air 

Saat Ini Air bersih menjadi barang yang semakin langka dan berharga sangat mahal bagi sebagian warga dunia. UN Water merilis data bahwa sekitar 780 juta manusia di dunia tidak bisa mengakses air bersih. Disamping itu, tedapat 2.5 miliar manusia tidak dapat mengakses sanitasi yang layak. 

Meningkatnya konsumsi makanan akibat ledakan penduduk membuat kebutuhan air juga melonjak tajam. UN-Water mengutip hasil riset para pakar menyebutkan bahwa untuk menghasilkan 1 kg beras memerlukan 3.500 Lt air. Pada produksi 1 kg daging sapi terdapat 15.000 liter air yang harus tersedia. Bahkan untuk membuat segelas kopi bila ditelusuri membutuhkan 14 lt air. (Hoekstra and Chapagain, 2008).

 Kondisi di Indonesia juga tak kalah memprihatinkan. Di Jakarta masyarakat terancam mengalami kelangkaan air tanah dan air bersih. Anggota Dewan Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Firdaus Ali, mengatakan, Jakarta berpotensi mengalami krisis air. Sebab, kurangnya tanah serapan mengakibatkan ibukota kekurangan air saat musim kemarau. (Baca disini). 

Masalah lain yakni Ibukota yang tak memiliki sumber air baku, menggandalkan Sungai Citarum, satu dari 9 sungai paling tercemar di dunia, untuk kebutuhan air jutaan penghuninya. Keterbatasan persediaan air bersih juga membuat jutaan warga menggunakan air tanah, yang berakibat pada drastisnya penurunan daratan Jakarta, hingga lebih dari satu meter, dalam 5 tahun terakhir. (baca disini). 

Di daerah lain, misalnya di Kecamatan Cicurug dan Cidahu Kabupaten Sukabumi, mereka merasakan semakin sulit mendapatkan air tanah dengan murah dan mudah. ”Saat ini kami kesulitan air, Pak. Air sumur semakin dalam. Air Sungai juga menyusut. Sawah kami juga sulit dialiri air kecuali harus memakai mesin pemompa. Ini karena pabrik Air Minum Dalam Kemasan yang sudah menyedot air tanah demikian banyak. Pipa-pipa air mereka yang besar untuk kebutuahn pabrik membuat jatah air kami semakin berkurang.” Itulah cerita salah satu warga, dalam sebuah acara diskusi kelompok terarah dengan para perwakilan warga masyarakat yang berasal dari 10 Desa/Kelurahan/Kampung di sekitar Cicurug dan Cidahu Kabupaten Sukabumi. 

Kerja Sama Air 

Pemenuhan kebutuhan dasar manusia, lingkungan kita, pembangunan sosio-ekonomi dan pengurangan kemiskinan semua sangat bergantung pada air. Pengelolaan air yang baik merupakan tantangan tersendiri karena beberapa karakteristik yang unik di dalamnya. Air tidak merata dalam ruang dan waktu, siklus hidrologi sangat kompleks dan gangguan terhadapnya memiliki efek ganda. 

Urbanisasi yang cepat,polusi dan perubahan iklim mengancam sumber daya sementara kebutuhan air semakin meningkat dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan penduduk dunia, dimana saat ini sudah melebihi tujuh miliar orang, untuk produksi pangan, energi, industri dan penggunaan dalam negeri. Air adalah sumber daya bersama dan pengelolaannya perlu mempertimbangkan berbagai kepentingan yang bertentangan. Hal ini memberikan kesempatan bagi kerjasama antara pengguna. 

Pada tahun 2013, PBB menetapkan sebagai Tahun Internasional Kerjasama Air,. Majelis Umum PBB mengakui bahwa kerjasama yang sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan prioritas yang berbeda dan berbagi sumber daya yang berharga ini secara adil, menggunakan air sebagai alat perdamaian. Mempromosikan kerjasama air menyiratkan pendekatan interdisipliner yang melibatkan faktor budaya, pendidikan dan ilmu pengetahuan, agama, dimensi hukum, kelembagaan dan ekonomi etika, sosial dan politik. (baca disini) 

Benarlah apa yang terlantun dari lagu Bengawan Solo bahwa “Air Mengalir Sampai Jauh” yang menyiratkan beragam makna. Air yang begitu jauh mengalir harus mendapat perhatian banyak kalangan mulai hulu sampai hilir, mulai birokrat sampai rakyat, dari pengusaha sampai pengguna dan dari pemimpin sampai rakyat miskin. Semua harus bekerja sama agar air, khususnya air bersih dapat secara adil dan damai dinikmati oleh manusia. 


Mulailah mendukung kerja sama air dengan berbuat sesuatu yang kecil namun bermanfaat. Berhemat air, tidak mengotori badan air dengan sampah, menghabiskan makanan, menanam dan merawat tanaman di rumah dan mengolah sampah mungkin bisa berkontibusi untuk lestarinya air di bumi kiya. 



Selamat Hari Air Sedunia 2013 Salam lestari! 

Achmad Siddik Thoha 
Penggiat Gerakan Menanam Pohon – Komunitas Pohon Inspirasi

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates